Kadis kebudayaan dan Pariwisata NTB, HL Muhammad Faozal (kaca mata) saat mendampingi tim assesor Unesco untuk Rinjani Geopark belum lama ini.

Dibongkar: Sabtu Malam ini, Plang Besi Rinjani itu akan Ditarik

Mataram – Setelah mendapat kritik pedas dari berbagai elemen netizen, Sabtu malam (25/06) ini, plang besi Danau Segara Anak itu akan dibongkar. Bahkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB akan mengirim 50 pendaki untuk melakukan pembersihan gunung selama tiga hari.

Save our Rinjani

Save our Rinjani

Kepada utarakita.com, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata NTB HL Muhammad Faozal mengaku sangat terkejut dengan adanya plang di tepi Danau Segara Anak. ‘’Kita tidak tahu menahu tentang pemasangan plang itu,’’ kata Faozal.

Syukurnya, Faozal mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Agus Budi terkait persoalan ini. ‘’Sabtu malam ini juga (25/6) plang besi di Danau Segara Anak Rinjani itu akan ditarik,’’ tegas Faozal.

Dijelaskan Faozal, proyek pemasangan plang ini dibiayai pemerintah pusat melalui Balai TNGR. Artinya, plang besi ini ditarik untuk dipasang kembali. Soal lokasi pemasangannya, pihak BTNGR masih akan mencari lokasi yang sekiranya tidak mengganggu estetika.

Yang pasti Faozal berjanji, pihaknya akan mengirim 50 pendaki untuk melakukan bersih-bersih Gunung  Rinjani selama tiga hari mulai Senin (27/6). ‘’Sekali lagi, plang itu akan ditarik malam (25/6) ini juga untuk kemudian diletakkan di tempat yang tidak mengganggu pemandangan,’’ ujarnya.

Sementara itu, pemasangan plang besi ini terus menuai protes. Bahkan, beberapa respon netizen sudah terkesan emosional.

Ini salah satu surat terbuka yang dilayangkan Ragane Simba, salah seorang pegiat lingkungan dan alumni Mapala Fakultas Ekonomi Unram.

Ragane Simba (kanan) dalam salah satu ritual di Danau Segara Anak Rinjani. (photo:dok. Ragane Simba)

Ragane Simba (kanan) dalam salah satu ritual di Danau Segara Anak Rinjani. (photo:dok. Ragane Simba)

Kepada YTH. Kepala BTNGR

Gunung Rinjani adalah Tiang Utama yang menopang kehidupan di Pulau Lombok. Rinjani adalah tabungan sumber air, tabungan oksigen dan tabungan sumber kehidupan satwa, tumbuhan, dan masyarakat Lombok.
Apabila bapak mau menanam sesuatu di sana, tanamlah pohon, jangan menanam besi! Kalau bapak peduli dan mudah-mudahan peduli, mohon dengan sangat agar tulisan (plang) yang tidak berguna itu dibongkar sebelum kami bongkar.
Dan kalau pun bapak tidak peduli dengan kelestarian Gunung Rinjani, mohon dengan sangat jangan tambah merusaknya! Jika bapak memang tidak mampu mengelola Taman Nasional Gunung Rinjani yang sebentar lagi akan menjadi geopark dunia, lebih baik bapak pergi dari Lombok dan mengelola taman bermain anak-anak di tempat lain. Karena masih banyak sekali orang yang mau dan mampu mengelola TNGR yang indah ini.
Gunung Rinjani adalah gunung yang sangat sakral dan disucikan oleh masyarakat pulau Lombok dari dahulu kala sebelum bapak menjabat. Bahkan, sebelum bapak lahir.

Jadi tolong jaga tatanan budaya, adat, dan kelestarian Gunung Rinjani! Jangan merusaknya!

Demikian celoteh Ragane Simba yang dimuat di akun FB-nya.(*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com