para jenderal menyerahkan bantuan alat kebersihan di Dusun Tradisional Sade, Lombok Tengah. (photo: Apink Alkaff)

Cara Jenderal Mengenal Budaya Lombok

”Pengenalan Budaya Lokal Program Pendidikan Reguler (PPRA LIV) Lemhanas 2016  di Lombok”

Kehadiran para jenderal negeri ini dan beberapa jenderal dari negara sahabat cukup membuat heboh suasana Lombok International Airport (LIA), Senin (27/6). Sesuai jadwal, jenderal dan perwira menengah yang tergabung dalam program Pengenalan Budaya Lokal Program Pendidikan Reguler (PPRA LIV) Lemhanas 2016 ini akan keliling di sejumlah obyek wisata populer Lombok selama lima hari kedepan. Tepatnya, sejak Senin 27 Juni sampai 1 Juli mendatang.

Kadis Dikbudpar NTB HL Muhammad Faozal mendampingi pimpinan rombongan jenderal Lemhanas 2016, Marsda TNI Dedy Nita Komara, SE di LIA, Senin (27/6).

Kadis Dikbudpar NTB HL Muhammad Faozal mendampingi pimpinan rombongan jenderal Lemhanas 2016, Marsda TNI Dedy Nita Komara, SE di LIA, Senin (27/6).

Rombongan Lemhanas 2016 ini dipimpin Marsda TNI Dedy Nita Komara S.E (Tenaga Ahli Pengajar Bidang Ideologi Lemhannas RI). Yang diikuti Laksma TNI Riyadi Syahardani (Direvdik Debiddikpimtknas), Kolonel Inf Sugeng Santoso SIP (Kasubdit Giattama Ditopsdik), dan Kapten Inf Sigit Hartadi SE (Penyaji Bahan Kegiatan Subdit Giattama Ditopsdik Debiddikpimtknas Lemhannas RI)

Sedang dari negara sahabat diwakili, Brigjen AD, HJ Seneviratne RWP RSP (Commander Division Infantry Srilangka), Brigjen AD Fayiz Abdelrahman Moh’d Alferokh (Staf Kesatuan Pertahanan Yordania),  Kolonel AL Anuar bin Hj alias RMN (Tentara Laut Diraja Malaysia), Kolonel AU Choosak Kasatewit (Deputy Director of International Thiland), dan Kolonel AD Sok Nousan (Komandan Sekolah Para 2 Komando Kamboja).

Selain itu, ada juga Letkol AD, Kone Moriba (Mabes TNM Republik Mali), Malakai Raceva (Officer Commanding Fiji), Nhlalo Tshuma (Senior Procurement Officer Zimbabwe), dan Letkol AD Rafidison Alain Bernardin (Chief of Cellule TACTIC Madagaskar).

Pose bareng: Peserta Pengenalan Budaya Lokal Program Pendidikan Reguler (PPRA LIV) Lemhanas 2016 di LIA, Lombok Tengah, NTB

Pose bareng: Peserta Pengenalan Budaya Lokal Program Pendidikan Reguler (PPRA LIV) Lemhanas 2016 di LIA, Lombok Tengah, NTB

Rombongan Lemhanas 2016 ini tiba di LIA tepat pukul 09.00 WITA. Kehadiran peserta Lemhanas 2016 di Lombok ini disambut Kadis Kebudayaan dan Pariwisata NTB HL Muhammad Faozal dan Kadis Pariwisata Lombok Tengah bersama jajarannya. Tak ketinggalan, tabuhan skaha gendang belek juga turut menyambut kedatangan para jenderal.

Sebelum memulai lawatan ke beberapa titik halal tourism Lombok, para jenderal melakukan penanaman beberapa pohon di kawasan LIA. Semua peserta rombongan yang ikut tampak begitu antusias menanam bibit mahoni di sisi timur LIA. Sampai-sampai, tangan beberapa jenderal terlihat dilumuri tanah dan tuan rumah lupa menyiapkan air untuk mencuci tangan.

Pengenalan Budaya Lokal Program Pendidikan Reguler (PPRA LIV) Lemhanas 2016 di LIA, Lombok, NTB.

Pengenalan Budaya Lokal Program Pendidikan Reguler (PPRA LIV) Lemhanas 2016 di LIA, Lombok, NTB.

Selanjutnya, rombongan jenderal ini bergeser ke selatan menuju kampung tradisional Sade. Maklum, agenda kunjungan peserta Lemhanas 2016 ini lebih difokuskan untuk mengenal budaya lokal Lombok. ‘’Para peserta Lemhanas 2016 ini memang akan lebih banyak mengunjungi tujuan wisata budaya di Lombok,’’ kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata NTB, HL Muhammad Faozal kepada wartawan disela-sela kunjungan di kampung tradisional Sade.

Di kampung tradisional Sade, peserta Lemhanas 2016 ini menyumbangkan beberapa tong sampah dan alat kebersihan untuk dusun Sade. Seperti tamu pada umumnya, rombongan jenderal ini mendapat penjelasan singkat tentang keunikan Sade dari tuan rumah. Kali ini, yang menjadi guidenya Kepala Dusun Sade.

Menariknya, penjelasan tentang keunikan kampung tradisi dan pusat tenun tradisional Sasak yang disampaikan Kadus Sade ini ditranslit oleh Kolonel AL Tentara Diraja Malaysia, Anuar bin Hj alias RMN. Dan mereka tampak serius mendengarkan setiap detail penjelasan dari sang kolonel berbaju putih-putih ini.

Pengenalan Budaya Lokal Program Pendidikan Reguler (PPRA LIV) Lemhanas 2016 di Dusun Sade, Lombok Tengah, NTB.

Pengenalan Budaya Lokal Program Pendidikan Reguler (PPRA LIV) Lemhanas 2016 di Dusun Sade, Lombok Tengah, NTB.

Yang tidak kalah serunya, para jenderal ini juga tidak kalah bersemangatnya dalam urusan selfi-selfi. Bahkan, salah seorang peserta asal Srilangka terlihat tidak pernah melepas tongkat narsisnya di setiap kunjungan. Kadang tingkah jenderal yang satu ini membuat rekan-rekanya tersenyum lebar.

Puas mempelajari, mengamati, dan beli-beli, rombongan peserta Lemhanas 2016 ini melanjutkan kunjungan ke pantai Kuta, Lombok Tengah. Setelah menikmati indahnya pantai, salah satu kurikulum pendidikan dalam Lemhanas 2016 ini diilanjutkan ke Sekarara, pusat tenun khas Lombok lainnya.

Tentu, akan ada diskusi-diskusi lain di Hotel Golden Palace tempat rombongan jenderal ini menginap. ‘’Intinya, kunjungan ini akan lebih difokuskan mengenal dan mempelajari budaya lokal, ’’ kata salah seorang peserta Lemhanas 2016. (*)

Apink Alkaff

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com