Edelweis Rinjani, Lombok.

Bawa Edelweis Turun dari Kawasan Rinjani, Para Pendaki Muda ini Minta Maaf

Mataram – Ini pelajaran untuk kita semua. Khususnya, pelajaran bagi para pendaki yang kurang memahami etika dan aturan mendaki gunung.

Seperti yang diberitakan utarakita.com 13 Juli 2016 lalu, sejumlah pendaki muda memosting foto pendakian Rinjani sambil membawa edelweis di tangan. Sontak saja, postingan ini direspon dan dibully para netizen dan pecinta lingkungan.

Diskusi dan pembinaan para pendaki muda yang dilakukan Pawang Rinjani Lombok.

Diskusi dan pembinaan para pendaki muda yang dilakukan Pawang Rinjani Lombok.

Menyikapi respon netizen, komunitas pegiat lingkungan Lombok, Pawang Rinjani, melacak keberadaan para pendaki muda yang ada di foto tersebut. Selanjutnya, Pawang Rinjani mencoba melakukan pembinaan kepada para pendaki muda yang mengatasnamakan diri dari komunitas My Sleep My Adventure. ‘’Kami mengundang kawan-kawan pendaki muda ini untuk berdiskusi dan membahas tentang etika pendakian dan isu-isu lingkungan lain,’’ jelas Ketua Pawang Rinjani, Pramoehadi di sekertariat Pawang Rinjani, Lombok Utara.

Meski mengaku tidak memetik edelweis, seluruh pendaki di foto yang membawa edelweis itu menyadari kesalahannya. Mereka sadar, memindahkan edelweis dari kawasan Rinjani adalah perbuatan salah.  Melalui perwakilannya, Dedi Ahmad menyebutkan, dia dan kawannya hanya memungut edelweis itu di jalur pendakian Torean.

Pendaki muda yang membawa edelweis turun saat mendaki Rinjani.

Pendaki muda yang membawa edelweis turun saat mendaki Rinjani.

Atas nama pribadi dan kawan-kawannya, Dedi Ahmad meminta maaf atas ketidaketisannya memindahkan edelweis dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. ‘’Saya atas nama pribadi dan mewakili teman-teman yang melakukan pendakian pada 8-12 Juli 2016 melalui jalur Torean, Lombok Utara meminta maaf atas ketidaketisan dan pelanggaran norma pendakian yang kami lakukan,’’ kata Dedi dalam surat penyataan yang ditandatangani sembilan rekannya yang melakukan pendakian melalui jalur Torean tersebut.

Selain meminta maaf, para pendaki muda Lombok Utara ini berjanji tidak akan melakukan hal serupa. ‘’Kami berjanji tidak akan melakukan hal yang dapat mengganggu keberlangsungan ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani,’’ tegas Dedi dalam surat penyataan tersebut.

‘’Sebagai bakti kami kepada bumi, kami ikut menyiapkan seribu bibit pohon flamboyan dalam rangka menyukseskan program penghijauan, Daulat Pohon, yang akan digelar Pawang Rinjani 28 Oktober 2016 mendatang,’’ tandasnya. (*)

Apink Alkaff

 

 

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda