Kepala SMAN 2 Mataram Sahnan

Baiq Nanda ‘’Syuhada’’ Sari Ramadani, Aktivis Forum Studi Islam Intensif Smanda

Mataram – Baiq Nanda ‘’Syuhada’’ Sari Ramadani kebanjiran doa dari para netizen. Ribuan doa mengiringi perjalanan pulang aktivis muda Islam Smanda Mataram ini menghadap Rabb-nya.

Siswi SMAN 2 Mataram yang menjadi syuhada di arena Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXVI 2016, Jumat sore (29/7) sekitar pukul 15.30 WITA.

Pohon sawo yang menimpa Baiq Nanda Sari Ramadani di depan Bank NTB Mataram.

Pohon sawo yang menimpa Baiq Nanda Sari Ramadani di depan Bank NTB Mataram.

Kepergian siswi Smanda ini sontak menyisakan duka mendalam bagi warga Nusa Tenggara Barat. Wabil khusus bagi keluarga besar SMAN 2 Mataram.

Betapa tidak, di tengah kebahagiaan jutaan warga NTB menyambut perhelatan akbar ini, salah satu peserta kafilah Kota Mataram menghembuskan nafas terakhir. ‘’Kami sangat berduka yang mendalam. Siswi kami meninggal saat mengikuti pawai ta’aruf MTQ,’’ kata Kepala Smanda Mataram, Sahnan.

Saat itu kata Sahnan, anak didiknya bersama rombongan siswa SMK bergabung dalam kafilah serep jelo lalo ngaji (senja pergi ngaji). Saat menunggu kafilah lain melintas di depan Bank NTB itulah, Baiq Nanda Sari Ramadani dan teman-temannya tertimpa dahan pohon sawo persis di depan Bank NTB. ‘’Siswa yang lain juga mengalami luka. Tetapi, tidak terlalu parah,’’ jelas Sahnan dalam nada duka.

Sahnan menegaskan, keluarga besar SMAN 2 Mataram merasakan duka mendalam atas kepergian aktivis Islam Smanda ini. Sahnan juga berharap, orang tua dan kerabat yang ditinggalkan agar lebih tabah menghadapi cobaan ini.

‘’Baiq Nanda ini adalah murid yang aktif di musallah sekolah. Dia adalah aktivis Forum Studi Islam Intensif Smanda Mataram,’’ ungkap Sahnan.

Lebih jauh disampaikan Sahnan, saat ini jenazah Baiq Nanda ada di rumah duka di komplek Perumahan Irigasi Kekalik Mataram. ‘’Insya Allah jenazah akan dimakamkan di komplek Pemakaman Umum Gatep Ampenan besok (Sabtu 30/7) ba’da asyar,’’ tandasnya.(*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com