Berburu foto bareng TGB

Magnet TGB di MTQ XXVI 2016

Entah kenapa, jalanan macet kali ini terasa indah. Hiruk pikuk dan simpang siur warga di jalan utama Kota Mataram juga terasa beda.

Khodimul Ummah: M Amin, TGB, Ahyar Abduh, dan Mohan Roliskana

Khodimul Ummah: M Amin, TGB, Ahyar Abduh, dan Mohan Roliskana

Gema takbir, syair, dan puji-pujian terdengar syahdu menghiasi atmosper kota. Kota kami, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dimana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXVI dipusatkan.

Ada energi positif yang terpancar dari ribuan wajah warga kota. Ada segudang keramahan yang coba di suguhkan tuan rumah.

Keramahan di bawah teduhnya pohon kemiri jalan Langko sampai rindangnya pohon asem jalan Pejanggik juga jelas terlihat. Tidak saja, sohibul bait muslim yang sibuk menjadi tuan rumah yang baik. Tetapi, warga kota yang beragama lain pun tampak larut dalam kebahagiaan menyambut Gema Kalam Tuhan ini.

Sahabatku, Yuvens Venerando dan teman SMP-ku De Agung juga terlihat membawa keluarganya menyaksikan pawai ta’aruf. Bahkan, kedua sahabat non-muslim ku ini memilih posisi tepat di depan panggung utama. Panggung dimana para khodimul ummah (pelayan masyarakat) duduk berjejer dan menebar pesona.

Tampak, Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang, Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, dan Wakilnya H Mohan Roliskana. Selain para pemimpin NTB, tampak juga pesona sejumlah pemimpin provinsi lain nusantara.

Sesi foto bareng dengan tamu VIP provinsi lain.

Sesi foto bareng dengan tamu VIP provinsi lain.

Sebagai orang kekinian, para pemimpin ini menyempatkan diri berpose bareng. Memberikan kesempatan kepada warga untuk mengabadikan momen langka itu.

Tak terkecuali TGB, Amin, Abduh, dan Mohan. Juga tampak bersemangat meladeni hasrat motret warganya.

Di penghujung sesi motret-motret itulah, sejumlah pemimpin dan juga tamu undangan VIP provinsi lain juga bersemangat dan minta foto bareng TGB.

Bagi warga NTB, Islamic Centre dan MTQ adalah kado istimewa. Dan bagi TGB, ini adalah karya terakhirnya sebagai Gubernur NTB.

Apapun evennya, foto bareng diakhir cerita memang mutlak diperlukan. Sesi foto juga bisa menjadi salah satu indikator popularitas seseorang. Dan disinilah, magnet seorang pemimpin bisa dirasakan.

Magnet TGB di arena Pawai Ta'aruf MTQ ke-XXVI 2016 di Kota Mataram.

Magnet TGB di arena Pawai Ta’aruf MTQ ke-XXVI 2016 di Kota Mataram.

Tidak sampai disana. Setelah turun panggung menuju jalan raya, TGB kembali diburu warganya. Lagi-lagi, sesi foto bareng dan menjabat tangan seorang gubernur menjadi tujuan warga.

Kebetulan, jarak antara panggung utama depan kantor Wali Kota Mataram ke pendopo gubenur sekitar 100 meter. Kesempatan TGByang  jalan kaki itulah yang dimanfaatkan ratusan warga menyerbu pemimpinnya. Dan magnet TGB pun cukup terlihat sore itu.

Sepertinya, seorang pemimpin itu memang harus lebih banyak jalan kaki di diantara warganya. Selain untuk kesehatan, agar masyarakatnya juga bisa merasakan kehangatan tangan pemimpinnya.

Selamat menikmati indahnya jalan kaki di jantung Kota Mataram. Haza Mimfadli Rabbi. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com