Bimo Sakti dan Melanie Putri, MC di arena MTQ ke-XXVI 2016 di Kota Mataram, NTB.

Perjalanan Bimo, dari MC Wisuda sampai MC Kepresidenan

Mataram – Satu perjalanan panjang dan butuh keberanian kuat. Perjalanan karir seorang MC wisuda sampai MC kepresidenan. Berawal dari kampus saat tidak ada mahasiswa yang berani menjadi MC di Kampus Teknik Universitas Mataram. Momen itulah yang mengubah jalan hidup Kaspun Nuri atau yang akrab disapa Bimo Sakti.

Ketika menjadi MC di Festipal Pesona Tambora 2016 belum lama ini.

Ketika menjadi MC di Festipal Pesona Tambora 2016 belum lama ini.

Kesempatan tidak datang dua kali. menjadi master ceremony (MC) wisuda Kampus Teknik Unram 2001 adalah MC pertama yang dilakoni. Sejak itulah ketertarikan Bimo di dunia broadcasting dan intertainment semakin kuat.

Jalan itu diteruskan dengan memilih menjadi penyiar radio pada 2004 Rinjani Permai (Riper) FM.
Bimbingan para senior ketika di Riper FM sangat berarti bagi perjalan Bimo. Ia semakin memberani menerima job menjadi MC.

Satu kesempatan lain pun datang. Saat itu terang Bimo, ada konser musik yang digelar salah satu perusahaan rokok ternama. Awalnya, konser musik ini tidak menggunakan MC. Namun karena kondisi massa yang sudah semakin tak terkendali akhirnya panitia memutuskan mencari MC. ‘’Saya pun mulai menjadi MC di satu konser cukup besar,’’ ujarnya.

Inilah awal nge-MC Bimo dari satu konser ke konser lain. Nama Bimo MC pun kian moncer di tingkat Nusa Tenggara Barat. Baik di arena formal maupun acara nonformal.

Sampai akhirnya sebuah audisi di TVRI menyempurnakan pengalaman Bimo di dunia broadcasting. Ia memilih menjadi Presenter TVRI. Diklat demi diklat dilalui bersama TVRI NTB. ‘’Bagi saya belajar tidak pernah ada habisnya,’’ ujar alumni SMAN 1 Praya, Lombok Tengah ini.

Ketika mimpi itu teruud. Bimo menjadi MC bersama Melanie Putri di acara kepresidenan MTQ ke-XXVI 2016 di Kota Mataram, NTB.

Ketika mimpi itu teruud. Bimo menjadi MC bersama Melanie Putri di acara kepresidenan MTQ ke-XXVI 2016 di Kota Mataram, NTB.

Sampai akhirnya kenang Bimo, Huges yang juga presenter nasional memanggilnya ke Jakarta untuk ikut dalam managemennya. Bimo pun mulai terlibat dan mengelola beberapa project di Jakarta dan Bandung. ‘’Dunia presenter dan MC semakin tidak terlepas dari keseharianku,’’ sebut Bimo.

Jauh di dalam bathinnya aku Bimo, semua MC dan presenter pernah dibawakan, termasuk MC beberapa menteri seperti Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menpora Roy Suryo, Menteri Kesehatan, Ketua BPK RI, serta sejumlah acara yang pejabat penting nasional maupun dari negara lain. Hanya saja, Bimo belum juga mendapat kepercayaan menjadi MC acara kepresidenan.

‘’Selama ini, untuk menjadi MC di acara Kepresidenan selalu terbentur aturan ketat. Sehingga saya agak sulit menembus protap yang berlaku,’’ ungkap Bimo.

Syukurnya, kesempatan yang diimpikan menjadi MC acara presiden itu pun tiba. Arena MTQ Nasional XXVI 2016 di NTB inilah menjadi ajang pembuktian diri. Panggung penyempurnaan mimpi seorang MC yang selama ini terpendam.

Awalnya terang Bimo, ia tidak percaya ketika ditunjuk menjadi MC MTQ Nasional. Karena selama ini, MC untuk acara nasional yang mendatangkan Presiden RI itu selalu dibawa dari Jakarta.

Minimal kata Bimo, MC-nya harus artis yang sudah punya jam terbang tinggi. Karena menghadapi tekanan mental dan berhadapan dengan Paspampres dan protokol istana yang sangat tidak mudah. Tapi berkat dukungan dari Mamie Maureen Wenas dan juga Kadisbudpar NTB, keyakinan itu semakin kuat. ‘’Saya pasti bisa,’’ kata Bimo selalu menyemangati diri.

Pembukaan MTQ ke-XXVI 2016 di Kota Mataram, NTB.

Pembukaan MTQ ke-XXVI 2016 di Kota Mataram, NTB.

Pada 30 Juli 2016 mimpi itu terwujud. Bukan hanya terwujud kata Bimo, bahkan terasa lebih sempurna dari yang diharapkan. Sehingga masih tidak percaya mimpi itu menjadi kenyataan.

‘’Tujuan utama saya berani mengambil kesempatan besar apalagi ditayangkan secara live ke seluruh Indonesia adalah agar saya bisa memperkenalkan Pesona Lombok Sumbawa kepada dunia. Kalau bukan kita yang mengenalkan pada dunia dengan segala keunikan dan keindahannya, lalu siapa?’’ tegasnya.

‘’Terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB atas kepercayaan ini. Terima kasih kepada Sekda dan jajarannya. Kadisbudpar NTB yang selalu memotivasi dan memberikan dukungan kuat. Terima kasih juga kepada Melanie Putri yang menjadi partner MC MTQ Nasional,’’ imbuh Bimo penuh syukur. (*)

Apink Alkaff

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com