Salah satu peserta International Islamic School Robot Olympiad saat mengikuti parade BBLS 2016 di Kota Mataram, Kamis (18/8).

Olympiade Robot Warnai BBLS 2016

Mataram – International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) awali rangkaian Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) 2016. Sedikitnya 370 siswa nusantara dan 30 siswa negara tetangga Malaysia dan Singapura turut ambil bagian dalam even yang dipusatkan di Atrium Epicentrum Mall Mataram, Rabu (17/18).

Peserta International Islamic School Robot Olympiad di atrium Epicentrum Mall, Mataram, NTB.

Peserta International Islamic School Robot Olympiad di atrium Epicentrum Mall, Mataram, NTB.

Menurut Ketua Panitia IISRO, Yudi Tri Wibowo, olimpiade robot sekolah Islam ini merupakan kegiatan kelima yang digelar Komunitas Robotika Indonesia,’’ ujar Yudi.

Sebelumnya kata Yudi, even serupa digelar di Bandung, Yogyakarta, Kuala Lumpar, dan Johor Baru (Malaysia). Sedangkan untuk di Lombok, even ini digelar atas kerjasama dengan Disbudpar NTB untuk memeriahkan BBLS 2016.

Rencananya, olimpiade robot ini digelar mulai 17 – 19 Agustus 2016. Sedikitnya, ada sembilan kategori yang dilombakan. Antara lain, robot transporter, robot sumo, robot aerial, robot theatre, robot chef (masak), robot underwater,  robot rescue, robot soccer, dan robot fire fighting. ‘’Setiap peserta jelas yudi, diberikan kebebasan memilih kategori yang diikuti,’’ jelasnya.

Salah satu tujuan digelarnya even ini sambung Yudi, adalah untuk memotivasi tuan rumah (NTB) agar ikut dalam olimpiade robot. Dan rencananya, even serupa juga akan digelar di Jepang, 2017 mendatang.

Robot masak dalam International Islamic School Robot Olympiad di Epicentrum Mall, Mataram, NTB.

Robot masak dalam International Islamic School Robot Olympiad di Epicentrum Mall, Mataram, NTB.

Sementara Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal mengapresiasi kegiatan ini. Faozal juga menyampaikan terima kasihnya kepada Komunitas Robotika Indonesia yang ikut memeriahkan BBLS 2016.

Menurut Faozal, penyelenggaraan BBLS sebelumnya lebih pada menggelar atraksi seni dan budaya tradisional, termasuk olahraga tradisional. Beda dengan BBLS 2016 kali ini yang  menyertakan festival robot dan sifatnya lebih modern.

Untuk kedepan kata Faozal, festival robot internasional ini diharapkan bisa memicu siswa-siswi NTB untuk ikut serta. Berkarya dan berpikir tentang hal yang sama dengan para siswa dan santri dari berbagai daerah se-Indonesia. Sehingga kata dia, selain Lombok Sumbawa dengan karena relijius, NTB juga harus menguasai teknologi kekinian.

Menariknya, sebagian besar peserta IISRO kali ini didominasi siswa Jawa Timur. Salah satunya Nada Aulia, siswi SMA Al Ahzar 13 Surabaya. Nada mengaku senangnya bisa turut berpartisipasi dalam kompetisi robot internasional di Lombok.

Menurut dia, bergabung dalam komunitas robotika Indonesia bisa mengembangkan bakat dan minat akan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan modern. Juga bisa ikut serta berkompetisi dengan siswa seluruh Indonesia dan siswa luar negeri.

Nada juga mengaku, mulai mengikut kompetisi robot sejak duduk di bangku SMP. Siswa kelas dua SMA pun pernah meraih prestasi cukup membanggakan. ‘’Saya pernah meraih juara pertama kategori lomba robot rescue dan juara dua kategori robot transporter serta juara dua kategori robot landracer di Kuala Lumpur, Malaysia, 2014 lalu,’’ ungkap Nada. (*)

Apink Alkaff

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com