Jumpa pers Festival Pesona Senggigi 2016 di kantor Dikbudpar NTB.

Festival Pesona Senggigi Kali ini

MATARAM – Di Lombok, Festival Senggigi adalah gelaran parade budaya jalanan tertua di Nusa Tenggara Barat. Sayangnya, even pariwisata tua yang dipusatkan di daerah wisata paling tua di Lombok ini terdengar basi. Kurang inovasi dan minim kreatifitas.

Selama ini, Festival Senggigi ini pun terkesan hanya gelaran seremonial belaka. Dan sudah bukan rahasia umum, bahwa gelaran parade budaya di pusat jalan Raya Senggigi ini kurang mendapat sokongan dari para pelaku pariwisata setempat.

‘’Memang, selama ini Festival Senggigi terkesan hanya festival saling tonton sesama kita. Yang pawai kita, yang nonton orang-orang kita juga,’’ kata Kabid Pemasaran dan Promosi Dinas Pariwisata Lombok Barat, Sumarto dalam jumpa pers di kantor Disbudpar NTB, Rabu (14/9).

Sadar akan kondisi itu, kali ini Festival Senggigi yang rencana akan digelar 16-18 September 2016 akan digelar lebih inovatif dan kreatif. Dan yang pasti, kali ini kerjasama Dinas Pariwisata Lobar dan Dibudpar NTB terlihat lebih kompak dalam menggarap even yang menyedot anggaran sekitar Rp 300 juta ini.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, Festival Senggigi ini hanya parade yang bikin macet jalan utama Senggigi, kali ini gelarannya tersebar di empat titik. Pusatnya, di kawasan pantai antara Senggigi Beach Hotel dan Santosa Hotel.

Lantas apa beda lebihnya Festival Senggigi ini ketimbang festival sebelumnya? Menurut Sumarto, kali ini Festival Senggigi dimeriahkan parade 100 perahu di kawasan pantai Duduk sampai pusat kegiatan di Senggigi Beach. ‘’Nantinya, 100 perahu tradisional ini akan parade membawa gendang beleq menuju pusat kegiatan. Selain itu, Festival Senggigi kali ini akan diramaikan dengan permainan voli pantai di selama dua hari di kawasan pantai Senggigi,’’ terang Sumarto.

Intinya, konsep Festival Senggigi 2016 akan lebih mendekatkan even dengan penontonnya. ‘’Karena aktivitas tourism di Senggigi itu menyebar, pusat kegiatannya juga akan di sebar di tiga spot,’’ tambah Kadis Budpar NTB, HL Muhamad Faozal di tempat yang sama.

Selain itu, keterlibatan masyarakat dan pelaku pariwisata di kawasan Senggigi juga dipastikan akan lebih besar. Termasuk keterlibatan komunitas pariwisata dan pelajar dalam mendukung kegiatan ini.

Pada pembukaan even ini (16/9) jelas Faozal, akan digelar kegiatan bersih-bersih pantai yang melibatkan anggota TNI, Polri, dan pelajar di sekitar Senggigi. Ada juga, 35 stand dalam bazar kuliner yang menyajikan aneka makanan lokal dan luar daerah.  Serunya, Festival Senggigi kali ini bakal menjadi arena presean para petarung Lombok. ‘’Kami berharap, Festival Senggigi ini benar-benar bisa dinikmati wisatawan yang sedang berkunjung di kawasan itu,’’ ujar Faozal.

Tidak itu saja, Festival Senggigi kali ini akan dipermanis dengan acara penganugerahan award (penghargaan) kepada para budayawan, media masa, dan penggerak pariwisata yang dianggap berjasa membangun pariwisata NTB.

Dan jika dulunya, even ini bernama Festival Senggigi, kali ini namanya ditambah menjadi Festival Pesona Senggigi. Dengan harapan, penyelenggara mampu memberikan pesona dalam gelaran budaya tertua di NTB ini. ”Kami masih akan menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak untuk menyukseskan Festival Pesona Senggigi ini,” tandas Faozal. (*)
Apink Alkaff

 

 

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com