Pendakian Rinjani bareng Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, 2009 lalu.

Segera Terwujud, Rinjani UNESCO Global Geopark

MATARAM – Gunung Rinjani bakal meraih predikat UNESCO Global Geopark (UGG) segera terwujud. Sinyal kuat itu bisa dilihat dari diundangnya Gubernur NTB Dr TGH Muhammad Zainul Majdi untuk hadir dan berbicara di 7th International Conference on UNESCO International Geopark di Inggris Torquay, Inggris, 27 September 2016.

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi dalam pendakian perdana 2009 lalu.

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi dalam pendakian perdana 2009 lalu.

Selain menghadiri acara UGG di Inggris, Zainul Majdi juga dijadwalkan akan menjadi pembicara di  sidang umum PBB ke-71 di New York, Amerika Serikat terkait Implementasi Agenda 2030 untuk Pencapaian SDG’s”, 21 Sept 2016 ini. ‘’Dengan diundangnya Gubernur NTB untuk hadir di International Conference on UNESCO International Geopark di Inggris ini, besar kemungkinan kita akan meraih predikat UGG itu,’’ kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB kepada wartawan di kantornya, Senin (19/9).

Tahun ini jelas Faozal, hanya Rinjani yang akan dibahas dalam konferensi UGG tersebut. Artinya, peluang Rinjani meraih predikat UGG itu pun kian jelas.

Masuknya Rinjani dalam daftar UGG, diyakini bakal memberikan dampak positif besar bagi perkembangan pariwisata Lombok. ‘’Belum lama ini, Rinjani juga terpilih sebagai destinasi wisata favorit nusantara,’’ terang Faozal.

Konferensi UGG ini akan membahas hasil penilaian langsung dari tiga assesor yang sudah melakukan tugasnya pada 18-20 Mei 2016 lalu. Mereka adalah Maurizio Burlando (Italy) dan Soo Jae Lee (Korea Selatan) dan observer Prof Ibrahim Komoo.

Ada 11 parameter satu kawasan dinyatakan layak menyandang gelar UNESCO Global Geopark (UGG). Dan semua parameter itu dimiliki Rinjani. Dari 11 parameter tadi, ada tiga hal utama yang harus dilakukan dalam mengelola Rinjani. Yakni, konservasi, edukasi, dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Konservasi yang menyangkut situs-situs geologi ini meliputi gua, kars, air terjun, mineral, batuan, dan bentang alam geologi. Ini merupakan bagian dari geodiversity yang memiliki sifat tidak terbarukan (unrenewable). Sehingga kedepan diperlukan upaya konservasi geologi (geoconservation).

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, Kepala BTNGR Arief Toengkagi dan dosen Muhammadiyah Mataram Bobi Tiro, dalam pendakian bersama 26 Maret 2009 lalu.

Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, Kepala BTNGR Arief Toengkagi dan dosen Muhammadiyah Mataram Bobi Tiro, dalam pendakian bersama 26 Maret 2009 lalu.

Dalam kaitan dengan edukasi, nilai-nilai penting pelestarian lingkungan kawasan geopark harus tersosialisasi dengan baik. Salah satu caranya dengan menuangkannya dalam papan-papan informasi (sign board) di setiap situs geologi. Dengan demikian, kelestarian lingkungan kawasan geopark bisa terjaga dengan baik.

Dan yang paling penting, meningkatkan ekonomi masyarakat lokal melalui pengembangan geopark itu sendiri. Dengan pengelolaan kawasan yang memadukan dan memanfaatkan potensi potensi sumber daya alam dan budaya berupa geodiversity (geoheritage), keragaman biologi (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity), akan melahirkan ekonomi kreatif. Misalnya, berupa pembuatan cindera mata, transportasi, akomodasi, kesenian, dan atraksi.

Saat ini, kawasan Geopark Rinjani sudah mengidentifikasi 48 situs geologi dan 24 situs nongeologi. Semua situs ini tersebar di bagian Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan semua kawasan Lombok Utara. Situs-situs geologi ini bisa dijumpai di pantai gunung api, pulau, air terjun, kaldera, kerucut gunung api, danau kaldera, aliran lava, gua, mata air panas, ignimbrit (batuan yang merupakan endapan dari aliran piroklastik), dan lahan bekas tambang. Untuk situs nongeologi antara lain terdiri dari situs keragaman  flora dan fauna, serta situs budaya. (*)

Apink Alkaff

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda