Kadis Budpar NTB HL Muhamad Faozal dan Team Leader GFNY Indonesia Tenne Permata Sari saat press conference, Kamis (22/9).

GFNY di Lombok, 640 Atlet dari 31 Negara Siap Tampil

MATARAM – Lombok siap-siap kebanjiran ratusan pesepeda profesional dunia. Peserta lomba maraton sepeda Gran Fondo New York (GFNY) Indonesia di Lombok melebihi kuota. Sebanyak 640 atlet profesional dari 31 negara siap tampil pada 2 Oktober 2016 mendatang.

Tadinya, panitia menargetkan sekitar 540 atlet. Ternyata, minat atlet pesepeda dunia untuk tampil di lomba marathon sepeda bergengsi ini mencapai 640 atlet. ‘’Sekarang kuotanya sudah habis. Ini bukti, bahwa GFNY Indonesia di Lombok ini diminati atlet dunia maupun atlet nusantara,’’ kata Kadis Kebudayaan dan Pariwisata NTB, HL Muhamad Fozal dalam press conference di Mataram, Kamis (22/9).

Training GFNY Indonesia di Lombok

Training GFNY Indonesia di Lombok

Untuk bisa menjadi tuan rumah even bergengsi kelas dunia ini tentu tidak mudah. Ada proses panjang yang sudah dilalui sampai panitia di Amerika Serikat memberikan izin untuk menggelar even ini di pulau eksotik Lombok.

Tadinya kata Faozal, marathon cycling ini akan digelar di Bali. Karena, General Manager GFNY melihat Lombok lebih layak menjadi tuan rumah even kali pertama di Asia ini.

Saat ini jelas Faozal, beberapa atlet dunia yang sudah memastikan diri tampil berasal dari Jepang, China, Norwegia, Polandia, Inggris, Belanda, Italia, Irlandia, Kanada, Meksiko, Jerman, Chili, Skotlandia, Algeria, dan beberapa negara Eropa lain. Ada juga peserta dari Malaysia, Brunei Darussalam, Korea, Singapura, dan sejumlah atlet profesional Asia lain.

Tidak itu saja, ratusan atlet sepeda nusantara juga dipastikan bakal ikut serta dalam ajang marathon cycling ini. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga dipastikan bakal tampil.  Akan hadir juga Ketua ISSI, Raja Okto Sapta dan bos Jawa Pos Grup, Azrul Ananda.

Faozan yakin, luasnya jaringan GFNY ini akan menjadikan even ini sebagai ajang promosi Lombok Sumbawa yang sangat efektif. Biasanya, para atlet sepeda dunia ini tidak datang sendiri. Mereka datang bersama kerabat atau keluarganya. ‘’Even ini akan mengawali dan menjadikan Lombok sebagai Pulau Bersepeda,’’ terang Faozal yang didampingi Tenne Permata Sari, Team Leader GFNY Indonesia.

Peta long distance GFNY di Lombok.

Peta long distance GFNY di Lombok.

Menurut Tenne, ada 14 negara yang menjadi tempat digelarnya GFNY ini. Dan biasanya, yang dipilih sebagai tuan rumah selalu negara yang mempunyai tempat-tempat terindah di dunia.

Tak heran, rute lomba GFNY Lombok ini pun mengambil jalur-jalur pariwisata populer  di Lombok. Start di mulai dari kawasan wisata Senggigi bergerak ke selatan melintasi kota Mataram menuju Lembar, Sekotong Bawah, Batu Jangkih, Bay Pas, Ujung Landasan, kemudian bergerak ke utara menuju hutan Pusuk, Pemenang, Nipah, Malimbu, dan finish di Senggigi.

Ada dua kategori yang dilombakan; 80 kilometer untuk jarak pendek dan 180 kilometer untuk jarak panjang. Di sepanjang  etape ini jelas Tenne, akan ada lima titik persinggahan. Yakni, di Senggigi, Batu Jangkih, Rumah Makan Ujung Landasan, Pusuk Pas, dan Nipah.

‘’Karena marathon cycling ini sudah mendunia, standar lombanya juga kelas dunia. Sesuai standar GFNY, jersey yang dipakai peserta saja dibuat di Italy. Maklumlah, grand fondo sendiri berasal dari bahasa Italy dan sepeda juga kan lahir di Italy,’’ tandas Tenne

Untuk menyukseskan even ini imbuh Tenne, pihaknya sudah berkoordnasi dengan Polda NTB. Sedikitnya 1.800 personil kepolisian akan diturunkan untuk mengamankan jalur GFNY Indonesia di Lombok ini. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com