Prescon di Aston Hotel Mataram. Dari kiri, HL Mohamad Faozal, Prof Sarjan, H Afan, dan Abdurrahman Kuling.

Lagi, Lombok Raih Empat Penghargaan Halal Tourism

MATARAM – Lombok kembali raih empat penghargaan halal tourism (pariwisata halal). Kali ini,  giliran Novotel Lombok Resort & Villas yang meraih penghargaan resort ramah wisatawan muslim terbaik. Tidak itu saja, hotel artistik di kawasan Kuta Novotel Lombok Tengah ini juga menjadi proyek percontohan halal corner dalam Grup Accor. ‘’Dari 120 hotel yang ada dalam grup Accor, Novotel Kuta terpilih menjadi resort ramah wisatawan muslim,’’ kata Kadis Budpar NTB H Lalu Mohamad Faozal dalam jumpa pers, di Aston Hotel, Senin (10/10).

Lembah Sembalun di Lombok Timur kata Faozal, juga meraih penghargaan destinasi bulan madu ramah wisatawan muslim terbaik. Penghargaan juga disabet kuliner ayam Taliwang Moerad, sebagai kuliner halal khas daerah terbaik.

Penghargaan keempat yang tidak kalah menariknya juga diperoleh website travel ramah wisatawan muslim terbaik; Wonderful Lombok Sumbawa.

Penyerahan empat penghargaan ini diberikan pada malam anugerah Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Jumat malam (7/10). Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga memberikan anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016 dalam 15 kategori pemenang tingkat nasional 2016.

Menurut Faozal, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras semua elemen masyarakat. Khususnya, para pelaku pariwisata Lombok Sumbawa. Faozal juga menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi dan dukungan langsung masyarakat NTB dalam kompetisi ini.

Di tempat yang sama, Ketua Badan Promosi Pariwisaa Daerah (BPPD) NTB H Afan Ahmad juga menyampaikan berterimakasih atas dukungan semua pihak. Khususnya, tim relawan Lombok Sumbawa dan komunitas serta masyarakat NTB sehingga prestasi ini diperoleh. ‘’BPPD dan Budpar NTB saat ini tengah bersinergi untuk pemenangan di ajang WHTA 2016 di Abu Dhabi akhir 2016,” kata Afan.

Terkait halal tourism, Abdurrahman Kuling, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB mengaku cukup disibukkan. ‘’Saat ini MUI NTB dengan Disbudpar NTB sedang meneliti dan mengaudit ratusan rumah makan dan restoran yang layak memperoleh sertifikat halal,” jelasnya.

Untuk mendapatkan sertifikasi halal jelas Kuling, hotel dan restauran harus mengikuti beberapa ketentuan yang ditetapkan tim LPOM MUI dan dinas terkait. Mulai dari bahan baku sampai pengolahan harus memenuhi syarat halal yang telah ditetapkan MUI.

Sementara menurut Ketua Dewan Riset UNRAM, Prof Sarjan yang kebetulan hadir dalam Seminar Potensi Agrowisata, secara alamiah NTB Sudah memiliki potensi agrowisata yang sangat luar biasa. Salah satunya, agrowisata di Sembalun, Lombok Timur. ‘’Sembalun telah lama dikenal sebagai salah satu daerah wisata agro, terutama perkebunan dan hortikultura,” jelas Sarjan.

Dijelaskan Sarjan, agrowisata ini meliputi peternakan, perikanan, perkebunan, dan hortikultura. saat ini sambungnya, dewan riset UNRAM tengah bekerjasama sejumlah pihak terkait dalam mengkaji potensi agrowisata di seluruh NTB. Dia berharap, kedepan agrowisata dapat menjadi pendukung sederet predikat yang diraih Lombok sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia.(*)

Apink Alkaff

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com