Daulat Pohon di Tiga Menara Sawit

Tanpa saya sadari, ada 40 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengikuti langkah saya sejak di Lombok International Airport (LIA). Tujuan kami sama, menanam benih kebaikan di Kuala Lumpur, Malaysia. Tetapi, misi kami berbeda.

Bersama Tamam, Direktur PT Tekad Jaya Abadi Mataram di lantai 36 Felda technoplant, Kuala Lumpur, Malaysia.

Bersama Tamam, Direktur PT Tekad Jaya Abadi Mataram di lantai 36 Felda technoplant, Kuala Lumpur, Malaysia.

Apink Alkaff – Lombok

Sebanyak 40 TKI asal Lombok ini dikirim langsung oleh pimpinan PT Tekad Jaya Abadi, Tamam. Ke-39 TKI ini akan menanam sawit di Felda Technoplant dan satu TKI akan bekerja untuk Genting Plantation. Dua raksasa group ladang sawit di Negeri Jiran.

Bagi saya, bisa mengawal 40 TKI yang bermujahadah untuk diri dan keluarganya ini terasa sangat berarti. Satu pengalaman lain tentang hidup dan menanam kembali.

Karena Tamam meminta saya menjadi leader, otomatis ke-40 TKI berbaju biru ini akan selalu mengikuti langkah saya sejak proses keiimigrasian di Lombok sampai gate terakhir di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2).

Jika ke-40 TKI ini akan menanam sawit di dua ladang raksasa Felda dan Genting, saya dan Tamam akan mencoba mengajak para penentu kebijakan di tiga group raksasa perladangan sawit Malaysia ini untuk menanam kebaikan flamboyan di Lombok. Menanam flamboyan dan membuat tujuan wisata halal baru di Lombok Sumbawa.

Bersama Lai Pui Leong, Pengurus Sumber Manusia, Bagian Perladangan menara IOI Group, Kuala Lumpur, Malaysia.

Bersama Lai Pui Leong, Pengurus Sumber Manusia, Bagian Perladangan menara IOI Group, Kuala Lumpur, Malaysia.

Meski hari itu kami tidak membawa TKI untuk IOI Group Sdn Brhd, menara angkuh group IOI di Bandar Baru Bangi, Selangor, Darul Ehsan, yang pertama kami kunjungi. Di lantai lima menara IOI Group ini saya dan Tamam bertemu Lai Pui Leong, Pengurus Sumber Manusia, Bagian Perladangan.

Awalnya, Tamam membahas seputar kontrak kerjasama TKI dengan Lai. Khususnya, seputar ketatnya regulasi dan kian susahnya mendapatkan TKI di Lombok saat ini.

Setelah itu, barulah giliran saya yang kebagian mempresentasikan seputar hal ehwal tanam semula flamboyan dalam program Daulat Pohon, Pawang Rinjani di Lombok. Meski Liu tidak banyak memberikan respon, bos bermarga Tionghoa ini terlihat cukup tertarik. Lebih-lebih dia mengaku cukup sering berkunjung ke Lombok. ‘’Saya sering ke Lombok, tetapi untuk urusan pekerjaan,’’ ujar Liu.

‘’Kami berharap, IOI Group tidak hanya dikenal sebagai perusahaan yang merekrut tenaga kerja. Kami juga berharap, IOI Group bisa bergabung dalam program pelestarian lingkungan di Lombok,’’ timpal Tamam.

Bersama Penolong Pengarah Jabatan Tenaga Kerja Felda Technoplant, Tuan Nordin Azli Mohd Isa.

Bersama Penolong Pengarah Jabatan Tenaga Kerja Felda Technoplant, Tuan Nordin Azli Mohd Isa.

Saat ini, maraknya pembukaan ladang sawit di Malaysia memang tengah menjadi sorotan aktivis lingkungan dunia. Dampak mulai kurangnya sumber air di Kuala Lumpur pun mulai dirasakan warga setempat.

Tak terkecuali, IOI Group pun sempat disasar para aktivis lingkungan dunia, Green Peace, terkait kerusakan lingkungan dan kebakaran hutan.  Tentu, kehadiran kami yang mengusung isu pelestarian lingkungan ke menara-menara angkuh perladangan sawit ini cukup mengejutkan. Syukurnya, sebagian besar bos-bos perladangan sawit yang sempat kami temui memberikan respon positif.

Dukungan positif juga diberikan Penolong Pengarah Jabatan Tenaga Kerja Felda Technoplant, Tuan Nordin Azli Mohd Isa, di lantai 36 menara Felda, Kuala Lumpur. ‘’Insya Allah ini program bagus,’’ kata Nordin.

Kebetulan pula, saat itu, Felda tengah mengundang 13 pimpinan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) Lombok untuk menandatangani kontrak baru. Sekalian perjamuan makan siang tentunya.

Bersama Mohd Shamsuri Bin Ismail, Senior executive (HR) yang didampingi Baharuddin Ismail, Human Resource Manager  Genting Plantation Berhad

Bersama Mohd Shamsuri Bin Ismail, Senior executive (HR) yang didampingi Baharuddin Ismail, Human Resource Manager Genting Plantation Berhad

Selepas menara Felda, Wisma Genting Plantation yang kami datangi. Seperti biasa, para petinggi bisnis perladangan sawit Malaysia ini berusaha meminta TKI sebanyak-banyaknya kepada PT Tekad Jaya Abadi Mataram, untuk datang dan menanam sawit di Malaysia. Saya, atas nama penanggung jawab Daulat Pohon, Pawang Rinjani, kembali berusaha mengajak para petinggi bisnis perladangan sawit ini untuk menanam kebaikan flamboyan di Lombok.

‘’Insya Allah, kami akan berbuat sesuatu di program Daulat Pohon ini,’’ ungkap Mohd Shamsuri Bin Ismail, Senior executive (HR) yang didampingi Baharuddin Ismail, Human Resource Manager  Genting Plantation Berhad.

Seperti halnya IOI Group yang didatangi aktivis lingkungan Green Peace, hari itu juga di depan menara Genting Plantation pun tengah ada pengumpulan tanda tangan ‘’Save Forest’’ yang dilakukan sejumlah aktivis lingkungan. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com