Dody dan Mayoung GAIS menanam bunga api untuk bumi di Teluk Sedayu, Gangga, Lombok Utara.

GAIS Lombok Mendaulat Bunga Api

Sedikitnya 15 komunitas bikers se-Lombok hadir dan melounching bersama Daulat Pohon Pawang Rinjani, Minggu (23/10). Mereka sepakat untuk menanam dan memelihara kembali bibit flamboyan yang telah ditanam.

Adalah, Green Army Independent Scooterist (GAIS) Lombok salah satunya. Meski hadir paling belakang, komunitas penggila vespa Lombok ini tak kalah bersemangat.

Tanpa banyak basa-basi, Mayoung GAIS, Dody GAIS, dan GAIS GAIS lain langsung membumikan bayi-bayi flamboyan  di pematang sawah depan panggung. ‘’Kami terpaksa memindahkan, beberapa bibit flamboyan yang letaknya terlalu dekat dengan pantai ke bagian pematang sawah ini. Kami takut, air laut pasang menyeretnya,’’ kata Ketua Pawang Rinjani, Dedy Pramoehardi.

Semangat menanam terlihat jelas di raut wajah para pendiri-pendiri komunitas vespa flamboyan ini. ‘’Kapan saja, jika ada program menanam seperti ini, kami akan selalu hadir. Ini kegiatan bagus,’’ ungkap Mayoung yang diiyakan partner in crime-nya Dody.

Berikut delapan gambar terbaik ketika komunitas vespa flamboyan (GAIS) Lombok ini tengah mendaulat diri untuk bumi. Salam Lestari;

Tanam saja genk

Tanam saja genk

dody GAIS Mendauat Bunga Api

Dody GAIS Mendauat Bunga Api

Ku menjadi sangkar dan menjagamu

Ku kan menjadi sangkar dan menjagamu

GAIS Mendaulat Bunga Api

GAIS Mendaulat Bunga Api

Brother in crimes

Brother in crimes

Green movement GAIS Lombok on Daulat Pohon Pawang Rinjani

Green movement GAIS Lombok on Daulat Pohon Pawang Rinjani

GAIS Green movement on Daulat Pohon, Pawang Rinajni

GAIS Green movement on Daulat Pohon, Pawang Rinjani

GAIS Green Movement on Daulat Pohon Pawang Rinjani

GAIS Green Movement on Daulat Pohon Pawang Rinjani

 

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com