ASEAN-Korea Centre Capacity Building Workshop di Sheraton Senggigi Beach Hotel, Kamis (12/1).

Lombok, Dimensi Baru Traveler Korea

Mataram – Geliat perkembangan pariwisata Lombok-Sumbawa diawal 2017 ini cukup menjanjikan. Setelah traveler muslim Timur Tengah yang tergoda, kini Lombok kembali dibidik traveler Korea Selatan.

Peserta Workshop

Peserta Workshop

Menyambut atmosper itu, Kementerian Pariwisata RI bekerja sama dengan ASEAN-Korea Centre menggelar Capacity Building Workshop di Sheraton Senggigi Beach Hotel, Kamis (12/1).  Workshop sehari ini dihadiri Wakil Dubes Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Heriawan, Deputy Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, Prof DR Gde Pitana dan Sekjen ASEAN Korea Centre (AKC) Kim Young-sun.

‘’Presiden RI Joko Widodo pernah berkunjung ke Korea Mei 2016. Dua minggu kemudian, kunjungan presiden itu ditindaklanjuti oleh Menteri Pariwisata,’’ ungkap Cecep dalam jumpa pers di sela-sela workshop.

Diakui Cecep, salah satu hal terpenting untuk meningkatkan kunjungan traveler Korea ke Lombok adalah dengan adanya penerbangan langsung Korea-Lombok. Syukurnya sebut Cecep, sudah ada maskapai Korea yang berminat dan akan menjajaki penerbangan langsung Korea-Lombok tersebut.

Wakil Dubes Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Heriawan, Deputy Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, Prof DR Gde Pitana dan Sekjen ASEAN-Korea Centre (AKC) Kim Young-sun saat jumpa pers.

Wakil Dubes Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Heriawan, Deputy Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, Prof DR Gde Pitana dan Sekjen ASEAN-Korea Centre (AKC) Kim Young-sun saat jumpa pers.

‘’Hanya saja, untuk bisa membuka penerbangan langsung Korea-Lombok itu membutuhkan kesiapan kedua negara, Indonesia-Korea. Yang jelas, sedang ada upaya untuk itu, karena potensi wisatawan Korea untuk datang ke Lombok ini sangat besar. Dan ini peluang emas,’’ kata Wakil Dubes RI untuk Korea Selatan ini.

Pentingnya penerbangan langsung Korea-Lombok ini juga diakui Kim Young-sun. Mantan Dubes Korea untuk Indonesia ini juga melihat adanya potensi besar penerbangan langsung yang bisa mendongkrak kunjungan wisatawan Korea ke Lombok.

Sebelum adanya penerbangan langsung tersebut sambung Kim, pihaknya merasa perlu menjalin kerjasama khusus dengan pihak-pihak terkait di Lombok. Salah satunya, dengan menggelar ASEAN-Korea Tourism Capacity Building Workshop. ‘’Kami berharap, workshop ini bisa meningkatkan kompetensi industri pariwisata di Lombok dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan Korea. Juga diharapkan membuka kesempatan lebih besar kepada wisatawan Korea untuk mengenal lebih jauh keindahan daerah-daerah wisata di Lombok,’’ beber Kim kepada wartawan.

Karakteristik traveler Korea ini jelas Sekjen AKC ini, ketika wisman Korea mengunjungi suatu daerah baru, mereka bergerak dalam group. Kunjungan kedua dan seterusnya, biasanya mereka traveling sendiri-sendiri. Artinya, peran agen perjalanan dalam menggaet wisatawan Korea ini sangat besar.

Tourism Jurnalist on duty

Tourism Jurnalist on duty

‘’Saya berharap, workshop ini bisa memberikan suntikan baru bagi industri pariwisata Lombok,’’ tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Gde Pitana. Deputy Pengembangan Pemasaran Mancanegara ini menjelaskan, tingkat kunjungan wisatawan Korea yang datang ke Indonesia setiap tahunnya selalu meningkat. ‘’Pada 2015 lalu, tingkat kunjungan wisatawan Korea ke Indonesia 338.671 orang. Naik 3 persen dibanding tahun 2014 yang sebesar 328.122 orang,’’ terang Pitana.

Sayangnya sebut Pitana, pada 2016 jumlah kunjungan wisatawan Korea yang datang ke Indonesia menurun menjadi sekitar 320.000 orang. ‘’Untuk itulah kita menggelar workshop ini. Kenapa menurun, apa yang kurang, dan apa yang harus dilakukan agar tingkat kunjungan Korea ke Indonesia kembali meningkat,’’ beber Pitana.

Pitana juga mengingatkan wartawan Lombok, khususnya para wartawan pariwisata untuk bisa meyakinkan warga Lombok. Bahwa sanya, pariwisata ini akan menjadi masa depan Nusa Tenggara Barat. (*)

Apink Alkaff

 

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com