143 Bar dan Resto Gili Trawangan Sukses Dibongkar

Lombok Utara – Setelah belasan tahun, upaya menaturalisasi kawasan pantai Gili Trawangan (Gili T) terwujud sudah. Semua bar dan restauran yang ada di sepanjang garis pantai Gili T sudah dibongkar.

Dua unita mobil dikerahkan untuk bersihkan sampah bongkaran di Gili Trawangan.

‘’Hingga batas terakhir pembongkaran ini (24/2), hampir 100 persen atau sekitar 143 restauran dan bar di sepanjang garis pantai Gili Trawangan ini sudah dibongkar,’’ kata Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar, kepada wartawan di Gili T, Jumat (24/2).
Dijelaskan Najmul, upaya sosialisasi pembongkaran bangunan-bangunan yang melanggar garis pantai ini sudah dilakukan hampir setahun. Syukurnya kata Najmul, semua pengusaha dan masyarakat Gili Trawangan menyambut upaya ini dengan baik.
Bahkan kata dia, pemilik restauran sendiri yang membongkar bangunannya. ‘’Seperti Hotel Vila Ombak, ketika kita menyampaikan rencana pembongkaran ini, owner Vila Ombak langsung mengawali pembongkaran,’’ ungkapnya.
Najmul memperkirakan, proses pembongkaran ini memakan waktu 20 hari. Artinya, Gili Trawangan akan kembali seperti dulu lagi sekitar pertengahan Maret 2017 mendatang.
Rupanya, ketegasan Pemda KLU menaturalisasi garis pantai Gili T mendapat respon positif dari sejumlah pihak. Mulai rekan sesama bupati sampai Menteri Pariwisata RI memberikan upacan selamat atas upaya menaturalisasi garis pantai Gili T.

Bupati KLU H Najmul Ahyar dan Kepala Kesbangpol NTB HL Syafi’i memantau langsung jalannya pembongkaran di Gili T, Jumat (24/2).

‘’Ada beberapa wisatawan asing yang tidak saya kenal menyampaikan rasa senangnya via sosial medaia atas upaya kita mengembalikan Gili Trawangan ini,’’ tandasnya.
Kompaknya aparat pemerintah NTB dalam menaturalisasi kawasan wisata andalan ini bisa dilihat dari keterlibatan segenap pihak. Itu bisa dilihat dari hadirnya Kadis Pariwisata NTB, HL Mohamad Faozal, dan Kadis Kesbangpol NTB, HL Syafi’i, dan Kapolres Lombok Utara bersama ratusan anggotanya. Tak ketinggalan pula, tampak belasan anggota TNI AL, dan puluhan wartawan turut serta mengawal proses pembongkaran hari terakhir itu.
Seperti halnya Bupati KLU, Kadis Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal tampak senang atas suksesnya upaya pembongkaran ini. Soal hadirnya dua unit mobil dan satu alat berat, Faozal menyebutkan, pihaknya sadar betul ini akan menjadi pembicaran banyak pihak.

Batas akhir pembongkaran bar dan resto di Gili Trawangan, Jumat (22/2).

‘’Yakinlah, dua unit mobil pengangkut sampah dan alat berat ini seperti obat. Meski pahit, obat ini akan menyembuhkan dan ini akan menyehatkan Gili Trawangan,’’ ungkap Faozal.
Betapa tidak kata Faozal, sisa-sisa bongkaran dari 143 bangunan ini sekitar 18 ton. Artinya, diperlukan peralatan ekstra untuk membersihkan sampah sisa bongkaran ini. Lagi pula, pembongkaran ini diupayakan secepat mungkin.
‘’Menteri Pariwisata dan sejumlah pebisnis wisata nusantara menyambut baik upaya pembongkaran bangunan yang menutup pemandangan pantai ini,’’ sebut Faozal. (*)
Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com