Menpar RI akan Buka LTM-4, ASPPI NTB Pasang Target Lebih

Mataram – Lombok Travel Mart (LTM) kali keempat 2017 ini dipastikan bakal lebih istimewa ketimbang LTM sebelumnya. Selain akan dibuka Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB memasang target transaksi antara Rp 50 miliar sampai Rp 60 miliar pada LTM-4 2017 ini.
Rencananya, gawe besar ASPPI NTB ini akan dipusatkan di Hotel Ombak Paradise Gili Air, 24-26 Maret 2017. ‘’Dengan akan dibukanya LTM-4 oleh Menteri Pariwisata, kami mengakui, ini adalah pencapaian tertinggi kepengurusan ASPPI NTB,’’ kata Ketua DPD ASPPI NTB, JN Wirajagat dalam jumpa pers di Golden Palace Hotel, Senin (20/3).
Dijelaskan Wirajagat, LTM ini sudah digelar berturut-turut selama empat tahun terakhir. Pada LTM pertama sambungnya, dihadiri 150 buyer dengan realisasi transaksi sekitar Rp 30 miliar. Selanjutnya pada LTM kedua dihadiri sekitar 200 buyer dengan nilai transaksi senilai Rp 40 miliar dan pada LTM ketiga dihadiri 225 buyer dengan transaksi Rp 45 miliar.
‘’Untuk LTM keempat kali ini akan kami sekitar 254 buyer domestik dan mancanegara. Tahun ini kami menargetkan transaksi antara Rp 50 miliar sampai Rp 60 miliar,’’ terang Wirajagat penuh semangat.
Sejauh ini ungkap Wirajagat, 10 buyer Australia, 10 buyer India, 10 buyer Malaysia dan 19 buyer dari Singapura sudah menyatakan kesiapannnya untuk hadir di LTM-4 ini. Selebihnya, sebanyak 204 buyer dalam negeri. ‘’Umumnya, para buyer dalam negeri ini berasal dari kota-kota besar,’’ ujarnya.
Peserta yang sudah mengikuti LTM sebelumnya sambung Wirajagat, tidak bisa mengikuti LTM-4 ini. Untuk itu ia mengaku, pihaknya cukup selektif dalam memilih calon buyer.
Seleksi agent luar negeri ini lanjut Wirajagat, dilakukan setelah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata. Menariknya, partisipasi agent dari Malaysia dan Singapura selalu mengalami peningkatan.
Dampak meningkatnya partisipasi agent-agent Malaysia dan Singapura ini kata Wirajagat, berdampak pada meningkatnya angka. wisatawan dari kedua negeri jiran ini.
Peningkatan kunjungan pelancong dari Malaysia dan Singapura ini bisa dilihat selama tiga tahun terakhir. Puncaknya, bisa dilihat pada 2016 lalu. Peningkatannya mencapai 60 persen dibanding tahun sebelumnya (2015).
‘’Peningkatan angka kunjungan wisatawan dari Malaysia ini tidak lepas dari peran ASPPI NTB melalui program LTM ini,’’ tandasnya. (*)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com