Lima Hal yang Ditakuti Saat Reuni

Reuni sejatinya menjadi ajang temu kangen. Bukan arena pamer akan tingkat keberhasilan hidup.
Reuni merupakan moment mengenang kisah lama, bukan saling memperlihatkan pencapaian atau taraf hidup.
Yang pasti sob, selain asyik, reuni akan menjadi saksi perubahan penampakan fisik teman-teman seangkatan atau setongkrongan dulu. Dan yang pasti juga, reuni dibutuhkan untuk menjawab banyak pertanyaan antara dulu dan sekarang.

Yang dulu, seksi apa masih bahenol gak? Yang dulu subur apa sudah langsing? Atau yang dulunya tomboy apa sekarang sudah feminin atau yang dulunya nyanyal apa sekarang sudah alim? Keren banget kan.

Pak Din and Me

Berikut lima hal yang ditakuti saat reuni;
1. Takut badan terlihat gemuk,subur, atau sedikit melar.
Jangan pedulikan hal ini kawan. Reuni adalah ajang silaturahim dan temu kangen. Sudah temanan lama, dalam satu kelas, suka dan duka terus berpisah, bukan berarti melupakan. Reuni justru untuk mengetahui apa yang dulu di sekolah pernah diikrarkan sebagai cita-cita, apakah sekarang sudah tercapai atau belum. Jika belum, bisa saling berbagi dan mengetahui apa kendalanya. Barangkali bisa saling membantu. Tak hanya secara materi juga secara moril. Jika sudah berhasil, bisa saling berbagi kiat dan tips.
2. Malu tampang lebih boros ketimbang usia alias tampak lebih uzur.
Ini juga gak perlu dipikirkan genk. Reuni itu menjalin networking baru dengan teman lama. Malah, reuni akan menunda penuaan dini yang seharusnya tidak dialami.
3. Tidak PeDe dengan profesi
Lapangkan jiwa. Syukuri yang ada. Dan jangan lupa berdoa. Karena reuni bisa memberikan peluang istimewa menjalin kerjasama meski profesi berbeda.
4. Takut ketemu mantan
Meski ini terkesan spele, alasan yang satu ini kerap menjadi alasan sebagian orang untuk tidak menghadiri reuni. Padahal, reuni bisa menjadi moment indah untuk ketemu mantan lho.
5. Belum nikah, padahal sudah pisah puluhan tahun. Untuk urusan yang satu ini, satu kata yang harus diyakini, bahwa umur, usia, dan jodoh itu masih menjadi rahasia Ilahi. Sabaar.(*)

Jelang reuni AMM 96.

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com