Tour de Lombok etape empat di jantung kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (foto: SSL)

Tour de Lombok Mandalika, Alasan Lombok Layak Menjadi Bike Island

”Tour de Lombok Mandalika 2017 dinilai sukses’

Dominasi pembalap asing sudah terlihat sejak etape pertama, Mataram – Kuta. Di etape kedua, pembalap Australia jadi yang tercepat. Di etape tiga dan empat, pembalap-pembalap asing tetap menguasai jalur.

Pembalap Aussy, dari tim UKYO Jepang, Earl Nathan James menjadi yang terbaik untuk kelas perorangan. Sedangkan, untuk kelas tim, tropi juara dibawa pulang Kinan Cycling Team Malaysia.

Jumpa pers di tengah farewel dinner Tour de Lombok Mandalika 2017 di Kila Senggigi Beach Hotel.

Apink Alkaff – Lombok

Awalnya (13/4), peserta melintas 126 kilometer jalan raya Mataram-Mandalika, Kuta, Lombok Tengah. Dihari kedua, peserta menjajajal trek Kuta-Sembalun sepanjang 115 kilometer. Keesokan harinya, para peserta adu cepat melintasi 62 tikungan plus tanjakan dari hutan Pusuk-Gunungsari, Senggigi, Pemenang dan finis Senaru (113 kilometer). Puncaknya, sprint race di jalan raya jantung kota Mataram sepanjang 130 kilometer atau 15 lap.

Tahun ini, Tour de Lombok Mandalika diikuti 19 tim. Enam tim diantaranya adalah tim Indonesia. Sedangkan tim asing diisi atlet Korea Selatan, Kuwait, Kazakstan, Jepang, Thailand, Australia, Filipna, Malaysia, Iran, Mongolia, Perancis, Taiwan, dan Hong Kong.

Dengan total jarak tempuh 485 kilometer yang diikuti 19 tim, lomba bersepeda ini menghadirkan persaingan tingkat tinggi lantaran melibatkan tim-tim profesional luar negeri. Sementara, pesona jalur yang disuguhkan Lombok sebagai tuan rumah adalah jalur-jalur terbaik dengan keindahan alam yang sudah dikenal dunia.

Tour de Lombok Mandalika 2017

Meski baru kali pertama menjadi tuan rumah, even bergengsi berkelas dunia, Tour de Lombok Mandalika 2017 ini dinilai sukses. Director Race Tour de Lombok 2017, Sondi Sampurna, para juri, Peter Thomson, Martin Brain, dan Ibrahim dari Malaysia, sepakat, bahwa Lombok layak menjadi tuan rumah berlisensi UCI (Union Cycliste Internationale).

‘’Secara keseluruhan, Tour de Lombok Mandalika 2017 ini sukses. Jika pun ada kecelakaan selama lomba, itu hal yang biasa,’’ ungkap Sondi didampingi para juri di hadapan ratusan peserta dan pelaksana farewell dinner di Kila Senggigi Hotel, Minggu malam (16/4).

Farewel Dinner Tour de Lombok Mandalika 2017 di Kila Senggigi Beach Hotel.

Sempat, salah satu juri Martin mengevaluasi jalannya lomba. Menurut dia, seharusnya tuan rumah lebih gencar menyosialisasikan even besar ini kepada masyarakat Lombok. Pasalnya, even ini akan menggunakan jalan raya yang sudah ditetapkan sebagai jalur secara total.

‘’Peran media masa untuk mengabarkan hal ini sebelum even sangat dibutuhkan,’’ ujar Martin yang diiakan Asisten Gubernur NTB, Chaerul Mahsul maupun Ibrahim.

Selaku tuan rumah timpal CM, Lombok memang harus lebih siap menjadi tuan rumah. Terutama soal sosialisasi tersebut. ‘’Semoga tahun depan kita bisa menjadi tuan rumah kembali untuk even bergengsi ini,’’ ujar CM.

Jika tahun depan Lombok dinyatakan pantas menjadi tuan rumah kembali, Lombok akan dikenal sebagai Bike Island berlisensi UCI (Persatuan Sepeda Internasional). Artinya juga, Lombok tidak hanya dikenal sebagai tempat piknik yang hanya menawarkan keindahan alam semata, tetapi Lombok juga akan populer sebagai pulau dengan masyarakat yang mendukung sport tourism.

Kekompakan semua unsur dalam eve ini patut diapresiasi. Mulai dari pemerintah selaku pelaksana, peserta, sampai masyarakat  terlihat antusias dan bersemangat menyukseskan even bergengsi kelas dunia ini.

Betapa tidak, sport tourism bertaraf internasional akan memberikan direct impact dan media value tinggi tingkat dunia. Evan ini juga bakal senada dengan kebijakan pemerintah menetapkan Mandalika, sebagai prioritas dalam pengembangan kawasan wisata di NTB.

‘’Kami berharap dan optimis, even ini akan kita gelar tahun depan,’’ kata Kadis Pariwisata NTB, HL Muhammad Faozal yang terlihat bersemangat mendengar penilaian para juri maupun Director Race Tour De Lombok Mandalika 2017. (*)

 

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com