550 Trail Runer Bakal Jajal Trek Rinjani

Even apapun yang digelar di Rinjani pasti rame”

Mataram – Untuk kali kelima para trail runer dunia bakal berkumpul di Rinjani. Mereka datang dari 28 negara berbeda untuk menjajal tantangan Rinjani 100. Lomba kebut gunung paling bergengsi dan terekstrim di Asia.
Sejak awal digelar, lomba lintas gunung Rinjani ini sudah menyedot perhatian para trail runer dunia. Tantangan klasik, seksi, indah nan cadas yang ditawarkan Rinjani selalu mampu menghadirkan ratusan pecinta olahraga ekstrim ini.
Jika tahun lalu (2016), Rinjani 100 ini diikuti 332 trail master dari 22 negara, tahun ini, even yang dulunya dikenal dengan Rinjani Ultra ini menghadirkan 550 atlet dari 28 negara. “Peningkatan jumlah peserta yang cukup signifikan memang selalu ada setiap tahunnya,” kata Kadis Pariwisata NTB, HL Muhammad Faozal dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (2/5).
Kali ini, keikutsertaan atlet nasional juga cukup banyak. Sekitar 302 peserta nasional dan beberapa atlet lokal dari komunitas Runjani. “Sport tourism ini kita gelar tidak lain adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Rinjani,” jelas Faozal.

Prescon Rinjani 100 2017

Tidak itu saja, sejumlah porter juga ikutan meramaikan lomba kebut Rinjani ini. Hanya saja, untuk kategori porter, panitia menggelar lomba tersendiri, Pegasingan Challenge.
Kenapa porter tidak ikut serta dalam Rinjani 100? Dijelaskan Ketua KONI NTB, Andy Hadiyanto, karena Rinjani 100 tidak menyediakan hadiah, melainkan poin. “Porter tidak mau ikut lomba jika biaya pendaftaran Rp 1,6 juta dan Rinjani 100 ini tidak menyediakan hadiah,” terang Andy.
Andi menjelaskan, untuk Rinjani 60K dan 100K akan dilepas dari pintu pendakian Senaru, Lombok Utara. Sisanya, peserta untuk Rinjani 36K dan 27K dilepas dari pintu pendakian Sembalun. Nantinya, peserta ini kembali finis di Sembalun lagi.

Peserta lomba lari Rinjani 100 yang dilepas dari pintu pendakian Sembalun 2016.

Sedangkan untuk mata lomba 60 K, peserta start dari Senaru, muncak, kemudian finish di Sembalun. Diperkirakan, waktu tempuh kabut Rinjani jalur ini sekitar 20 jam.
Sementara untuk peserta Rinjani 27 K yang akan dilepas dari Sembalun. “Dari semua kategori, Rinjani 100 adalah yang paling bergengsi. “Ajang sport tourism Rinjani 100 akan berkompetisi menaklukan jalur menantang sejauh 100 kilometer. “Ajang sport tourism ini tentunya akan mempopulerkan track Gunung Rinjani, yang memiliki sejuta keindahan,” ungkap Andy.
Menerjang lautan pasir vulkanik di tengah dorongan angin kencang dan menahan sengatan cuaca panas dan dingin yang berubah-ubah, memang bukan perkara mudah. Terlebih dalam lomba trail running ini para peserta dihadapkan pada trek yang terus menanjak.

Ketua Koni NTB Andy Hadianto di Rinjani 100K 2016 di Sembalun.

Lebih jauh dijelaskan Andy, para peserta yang notabene pelari profesional ini datang dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Jerman, Austria, Perancis, Amerika, Irlandia, Italia, Denmark, China, Japan, Belgia, Taiwan, Hongkong, Australi, Rusia, Inggris, India, Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, Vietnam, Brunei Darussalam, dan masih banyak lainnya. Tahun ini, peserta China (47) dan Malaysia (43) cukup dominan.
Tentu kata Andy, event kali kelima ini dikhususkan bagi petualang yang siap memacu adrenalin dengan tantangan ekstrim, bukan untuk pemula pendaki gunung. Jadi mereka yang sudah menyepakati mengikuti lomba sudah siap dengan cuaca ekstrim di luar perkiraan teknis lainnya. “Kami akan menyiapkan marka yang jelas,tim medis, emergency rescue, wifer, dan hal-hal penunjang keselamatan lainnya di sejumlah titik tertentu,” tandas Andy didampingi, Kombes Hurri Nugroho selaku utusan Polda NTB yang juga akan mengawal sport tourism ini.(*)
Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com