Pembukaan Pesona Khasanah Ramadhan Dipadati Ribuan Jamaah

Mataram – Setelah hujan reda, tepat pukul 20.30 Wita, rangkaian kegiatan pembukaan Pesona Khasanah Ramadhan dimulai. Diawali menyanyikan lagu kebangsaan.

Suasana pembukaan Pesona Khasanah Ramadhan 2017 di Islamic Center.

Antusiasme umat Islam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan kental terasa. Sejak sholat isya berjamaah, Masjid Hubbul Wathan Islamic Center dipenuhi ribuan umat Islam.
Selain menjadi imam sholat isya, Ustadz Muzammil Hasballah didaulat kembali mengumandangkan ayat-ayat suci. Kali ini, pembukaan Pesona Khasanah Ramadhan dibuka dengan rapalan surat Arrahman. Surat ke-55 dalam Alquran dengan 78 ayat ini tentang kenikmatan dan kemurahan Allah SWT yang dibaca qoriah asal Aceh ini menambah khidmat atmosper pembukaan rangkaian kegiatan selama sebulan penuh ini.
Sesuai agenda, kegiatan tahun perdana ini dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur NTB beserta jajarannya.
Dalam laporannya, Sekda NTB, H Sayuti menyebutkan, kegiatan ini kerjasama Dinas Pariwisata NTB dengan Harian Republika. Sayuti kemudian memaparkan serangkaian acara selama sebulan penuh. “Intinya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT,” ungkap Sayuti.

Selanjutnya giliran Irfan Junaidi yang diminta menyampaikan pesan dan kesannya. Menurut Irfan, ide ini orisinil Gubernur NTB. “Setelah digodok, lahirlah Pesona khasanah Ramadhan. Mudah-mudahan tradisi ini bisa juga dinikmati masyarakat di daerah lain,” jelasnya.
“Kita ingat tentang Warung Tegal dimana opininya yang berpuasa untuk menghormati orang yang tidak berpuasa. Kita ingin ramadhan kali ini istimewa,” kata Irfan.
Ungkapan syukur diawal ceramah juga disampaikan Gubernur NTB. TGB juga mengingatkan tentang pengamalan Alquran. Bekerjalah, bergeraklah, Allah akan bantu.
“Di dalam ramadhan ada energi berlipat. Bukan waktu dimana kita kendor dalam ibadah. Dengan Pesona Khasanah Ramadhan ini kita ingin tunjukkan, spirit kualitas Islam dan semangat cinta kepada Allah SWT juga harus diisi di ruang ruang publik. Dengan semangat inilah PKR digagas dan dirintis,” terang TGB.
Sebagaimana malam ini ramai sambungnya, semoga malam malam lain terus kita ramaikan. TGB kemudian mengajak umat Islam berdoa dan mengirim Alfatiha untuk petugas yang menjadi suhada di tragedi Kampung Melayu, Jakarta Timur. “Islam berlepas diri dari segala aksi terorisme. Semoga ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi,” ujar TGB.
Sementara itu, diawal tausiahnya, Ustadz Yusuf Mansyur juga mengirim doa untuk umat Islam dunia dan Indonesia. Wabilkhusus untuk keselamatan rakyat NTB.
Yusuf Mansyur pun mengupas Surat Saad, ayat 31 sampai 35. Surat yang mengupas doa dan spirit Nabi Sulaiman AS. (*)

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com