Awalnya Jual Kain Kafan, Selly Sukses Diusia Muda

MATARAM — Awalnya jual kain kafan, Selly Geovannny sukses diusia muda. Betapa tidak, diusia yang baru 28 tahun pengusaha batik asal Jawa Barat ini sudah memilili 10 cabang perusahaan di seluruh Indonesia.
Nah, owner Batik Trusmi Sally Giovanny inilah yang didatangkan dalam Talkshow Inspirasi perempuan di ballroom Islamic Center, Sabtu (3/6).
Dihadapan Ketua Dekranasda NTB, Erica Zainul Majdi dan ratusan pengusaha perempuan NTB, Selly membagi kisahnya. “Saya menikah diusia 17 tahun. Modal awal saya berbisnis berasal dari amplop hadiah pernikahan saya,” ungkap Selly mengawali kisahnya.
Awalnya kata Selly, ia mencoba menjual kian kafan. Ternyata, kata dia, tidak setiap hari orang membutuhkan kain kafan itu. Belakangan, Selly pun mencoba menjual kain berbahan katun bermotif batik yang membawa namanya melambung dan menjadi pengusaha batik sukses nusantara.
Sederet prestasi dan penghargaan telah diraihnya. “InsyaAllah Trusmi akan segera membuka cabang di Lombok,” timplal Erica, Ketua Dekranasda NTB yang juga istri Gubernur NTB di sela-sela talkshow.
Kepada para pengunjung Islamic Center NTB, Sally juga menceritakan pengalaman dirinya dalam merintis jalan sebagai wirausaha. Sally mengajak perempuan NTB untuk tidak ragu dalam menjadi seorang perempuan shalehah, aktif, dan produktif.
Menurut dia, menjadi wanita shalehah bukan hanya di rumah saja. Tetapi bisa sambil bekerja dan memberi pengaruh positif bagi lingkungan sekitar, terutama keluarga.
Meski di rumah sambungnya, para ibu-ibu bisa memanfaatkan waktunya dengan berkreasi misalnya membuat kue, hingga berbisnis daring. Sally menuturkan, kendala utama dalam memulai usaha terletak pada sisi mental.
“Mental entrepreneur itu berani memulai dan berani bertanggung jawab, jadi apa yang dilakukan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sally kemudian mengajak para wirausaha anyar untuk menghargai setiap proses usahanya. Jangan saat di tengah jalan karena tidak membuahkan hasil lalu ditinggal begitu saja. “Proses itu tidak akan membohongi hasil yang kita dapatkan,” lanjut Sally.
Sally juga berpandangan para perempuan di NTB, khususnya Pulau Lombok memiliki potensi besar dalam mengembangkan kewirausahaan. Menurut perempuan asal Cirebon ini, Lombok memiliki keindahan alam dan juga ragam destinasi wisata yang bisa menjadi inspirasi dalam berkarya. “Lombok itu ngangenin, punya sejuta kenangan dengan seribu masjidnya,” sebut Selly yang mengaku sempat tinggal sebulan di Lombok untuk shooting film layar lebar beberapa waktu lalu.
Sebagai pecinta makanan pedas, Sally mengaku sangat menggemari kuliner khas Lombok, seperti ayam Taliwang, plecing kangkung, sate Rembiga, hingga nasi balap Puyung.
“Bikin nafsu makan meningkat kalau ke Lombok,” kata Sally menambahkan.
Selly sendiri memuji penyelenggaraan Festival Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center NTB. Menurut Sally, Pesona Khazanah Ramadhan yang diisi dengan ragam kegiatan edukatif menjadi sebuah terobosan baru dalam memaknai bulan suci ramadhan.
“Ini acara Pesona Khazanah Ramadhan sangat bermanfaat banget dan inspiratif,” ujar Sally.
Sally menilai, ragam kegiatan yang ada di Islamic Center NTB membuat masyarakat tidak hanya sekadar ngabuburit namun juga mendapatkan ilmu dan saling berbagi tentang wirausaha yang dibalut sisi spiritual.(*)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com