Imam Libanon Pamitan, Shalat Tarawih akan Dipimpin Imam Mesir

Mataram – Usai memimpin shalat tarawih di masjid Hubbul Wathan, Islamic Center, Imam besar Libanon, Prof DR Khalid Barakat pamitan, Kamis malam (8/6). Selanjutnya, shalat tarawih akan dipimpin Imam dari Mesir.
Rencananya, imam besar Libanon ini akan melanjutkan perjalanannya untuk menjadi imam di Australia. “Sungguh, perjumpaan ini adalah satu kemuliaan yang dianugerahi Allah SWT. Keberadaan anda sekalian untuk beribadah kepada Allah SWT adalah suatu kemulian yang harus kita syukuri,” ungkap Khalid Barakat.

Prof. DR Khalid Barakat setelah memimpin shalat tarawih terkahirnya di Islamic center

Pada saat ini sambung Khalid, ramadhan sudah memasuki 10 malam kedua. Khalid kemudian berpesan agar jamaah masjid Hubbul Wathan tetap menjaga amal kebaikan. “Siapa saja yang telah menjalankan kebajikan pada 10 malam pertama hendaknya dia melakukan kebaikan pada 10 malam kedua ini. Karena 10 malam kedua merupakan malam ampunan bagi hambanya yang penuh dosa. Dan 10 malam terakhir adalah malam pembebasan. Sungguh beruntung kita bisa menikmati ini,” jelasnya.
“Kita berdoa semoga Allah SWT dengan rahmatnya mempertemukan kita kembali dalam kondisi kita beribadah kepada-Nya. Semoga kelak di akhirat kita bisa berkumpul dalam keadaan seperti ini bersama Rasulullah SAW dan para nabi,” imbuh khalid seraya berterimakasih pula kepada Gubernur NTB yang karena sebab dia telah mempertemukannya dengan umat Islam di NTB.
Tak lupa, Khalid juga berdoa untuk NTB dan Indonesia agar tetap aman, tentram, dan terbebas dari krisis. Khalid juga sempat meminta maaf jika ada kesalahan yang dilakukannya selama di Lombok maupun saat memimpin shalat tarawih di masjid Hubbul Wathan.

Jamaah masjid Hubbul Wathan saat berebut bersalaman dengan Prof DR Khalid Barakat

Di tempat yang sama, Sekda NTB, DR Rosiyadi Sayuti juga menyampaikan terimakasihnya kepada Khalid Barakat yang datang jauh dari Libanon untuk menjadi imam shalat tarawih di masjid Hubbul Wathan. “Atas nama seluruh jamaah masjid Hubbul Wathan kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Prof Khalid menjadi imam. Semoga kehadirannya menambah kekhusu’an kita dalam beribadah,” ujarnya.
Sebelum benar-benar meninggalkan mimbar masjid, ratusan jamaah langsung menyerbu Khalid Barakat untuk bersalaman. Beberapa jamaah diantaranya sempat memeluk erat khafidz asal Libanon ini. Sayangnya, salah seorang petugas masjid membatasi kesempatan setiap jamaah yang bersalaman. Bahkan, salah satu petugas masjid tadi terkesan kasar dan menarik setiap jamaah yang tengah bersalaman. (*)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com