Aksi warga Mambalan menuntut keadilan di kantor Camat Gunungsari.

Desa Mambalan Bergolak, Pemerintahan Desa Lumpuh, Warga Datangi Camat

LOBAR – Desa Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat kembali bergolak. Pemerintahan desa lumpuh total hampir enam bulan. Sementara Kades Mambalan menghilang dan lepas tanggungjawab.

Belum selesai kasus dugaan pungutan liar yang  melibatkan oknum kades setempat, kini ratusan warga Mambalan menggedor kantor Camat Gunungsari, Jumat (16/6). Ratusan warga yang didominasi kaum ibu rumah tangga ini datang menanyakan kejelasan pembagian jatah raskin.

Sebelumnya, ratusan ibu rumah tangga Desa Mambalan ini sempat mendatangi  rumah kepala desa dan sekertaris desa. Karena kades dan sekdes tidak bisa ditemui ratusan ibu rumah tangga ini mendatangi kantor Camat Gunungsari.

Ratusan ibu rumah tangga Desa Mambalan saat menggedor kantor Camat Gunungsari, Jumat (16/6).

“Sekitar 200 warga yang didominasi ibu ibu rumah tangga ini menuntut kejelasan pendistribusian raskin yang enam bulan terakhir ini tidak mereka dapatkan,” kata perwakilan masa, Satria Efendi.

Satria menjelaskan, pihak pemerintah desa, yakni kepala desa dan sekertaris desa mendadak hilang dan tidak mau bertanggungjawab. Bahkan pihak kecamatan pun tidak memberikan solusi yang kongkrit kepada masyarakat. “Kepala desa hilang, sekertaris desa tidak berani tanda tangan, dan pihak kecamatan tidak memberikan solusi. Selama kami sudah berusaha menemuinya di kantor camat sejak beberapa hari yang lalu,” ungkap Satria.

Ratusan warga Mambalan saat mendatangi kantor Camat Gunungsari.

Merespon tuntutan masyarakat, Camat Gunungsari H Rusni mengaku pihaknya tidak memiliki kewenangan menangani persoalan ini. “Saya tidak berwenang menangani masalah ini, karena camat bukan atasannya bupati,” kilah Rusni.

Rusni juga mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Lombok Barat.  Tetapi kata dia, hingga kini belum ada jawaban.
Tak pelak warga Desa Mambalan pun dibuat kecewa. “Ini bukti bahwa pihak Kecamatan Gunungsari gagal membina Desa Mambalan,” ungkap Hilmiwati, perwakilan perempuan Mambalan.

Selain menuntut pendistribusian beras raskin, masyarakat juga menuntut kejelasan jalannya pemerintahan di Desa Mambalan. Betapa tidak, pemerintahan di Desa Mambalan selama enam bulan terakhir praktis tidak berjalan, alias lumpuh total.

Ratusan warga Mambalan saat menggedor kantor camat Gunungsari.

Parahnya, Ahmad Judni, Kepala Desa Mambalan juga tidak pernah kelihatan batang hidungnya di kantor desa. Bahkan, Kades arogan yang kantornya sempat disegel warga ini dikabarkan sudah tidak berdomisili di Desa Mambalan.

Hingga berita ini diturunkan, Kades Mambalan masih belum bisa ditemui. “Mungkin dirumah istri keduanya,” kata salah seorang warga Mambalan.

Tidak sampai disitu, parahnya kondisi pemerintahan salah satu desa adat di Lombok ini pun diperparah dengan aksi mengundurkan diri hampir seluruh staf desa. Tidak itu saja, lima dari tujuh anggota BPD Mambalan juga sudah mengundurkan diri.

“Meskipun banyak pihak pemerintah kabupaten yang sering berkeliling di Mambalab dan melihat kondisi kantor desa tetapi sampai saat ini pemerintah kabupaten tidak melakukan tindakan yang jelas. Hanya surat teguran pertama yang keluar, itu pun baru tiga hari yang lalu. Padahal desa kami sudah vakum selama enam bulan,” terang Datu Jana, Plt Kepala Dusun Mambalan.(*)

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About UTARAKITA

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda