Muallaf on Gili Kedis

“Hanya obrolan Singkat di Gili Kedis”
Seperti umumnya spot spot wisata lain di Lombok, piknik one day 3 gili di Kawasan perairan Sekotong ini layak banget untuk dicoba. “Your home is paradise,” kata Anas Mukhlis, muslim asal Magribi (Maroko,red) berkebangsaan Italy itu kepadaku.

Bercangki dicangki di Gili Kedis, Lobar.

Sore itu, aku, adikku, anak-anakku, Anas dan sahabat lamanya Ezster Ullar bertemu di Gili Kedis, salah satu gili terkecil dan terindah di kawasan tepi barat, perairan Sekotong.
Ezster, muallaf pirang Hunggarian yang baru tiga bulan memeluk Islam. “Ya. Iam be moeslem in Sukabumi, Jawa Barat,” timpal gadis kelahiran 28 Oktober ini penuh semangat.

Obrolan singkat tentang keindahan dan keislaman di Lombok pun menjadi bahan obrolan manis. Mulai dari aksi 212 sampai harga properti di Lombok juga tak luput dari perhatian Anas.
Rupanya, dua muslim treveler Eropa ini tengah jatuh cinta dan memilih berlebaran di Lombok. Jatuh cinta kepada Lombok dan jatuh cinta kepada Islam di Lombok. Yang pasti. Pasangan backpacker ini memang tampak sedang saling mencintai.
“Bisa kita menginap di pulau ini?” tanya Ezster kepadaku. Seperti empat gadis Eropa lain, Ezster dan Anas juga berencana menginap di pulau seukuran lapangan bulu tangkis itu.

Main Bintang di Gili Sudak, Lobar

Tentu, sebagai tuan rumah yang baik, aku mempersilahkan mereka menikmati pulau tak berpenduduk itu. Sambil menikmati mentari 3 Syawal 1438 Hijriah, kami berkisah tentang alam dan Islam. Islam yang rahmatan lil alamin dan peran kita dalam alam yang Islami.
Anas memang bukan treveler biasa. Ester Ullar inipun bukan backpacker yang jarang treveling. Keduanya ada dalam jaringan bisnis berlibur. Berlibur yuk!
“Selamat berlibur kawan. Minal Aidin Walfaidzin”

Apink Alkaff

[modal_login_button size=btn-large align=rhl-left]

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com