Nuansa Tempo Dulu Warnai Festival Kota Tua Ampenan

Mataram – Nuansa tempo dulu warnai pembukaan Festival Kota Tua Ampenan, Jumat (25/8). Festival tiga hari yang dipusatkan di Pantai Ampenan ini pun langsung menyedot ratusan pengunjung.
Kali ini, pengunjung diajak bernostalgia dan menikmati kota bernuansa tempo dulu. Beragam kegiatan menarik menghiasi pembukaan festival ini. Mulai dari parade sepeda onthel, konvoi mobil tua, festival kopi, senandung lagu lawas, hingga fashion show ala tempo dulu.
Seperti diketahui, lokasi Kota Tua Ampenan sangat strategis dan dekat jantung kota Mataram.

Festival Kota Tua Ampenan 2017

Keberadaan bangunan bergaya arsitektur kuno menjadi ciri khas eka kota pelabuhan ini.
Menariknya, di kawasan kota tua ini juga terjadi akulturasi budaya dari berbagai latar belakang. Mulai dari warga keturunan Arab, marga Tionghoa, Melayu, Batak, Bugis, Jawa, Madura, dan Sasak. Tentu, keragaman latarbelakang sosial budaya inilah yang menjadi salah daya tarik tersendiri bagi kota tua ini.
Mewakili, Kadispar NTB, Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, Endah Setyorini menyebutkan, Festival Kota Tua Ampenan ini merupakan salah satu rangkaian even Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017 yang akan digelar sebulan penuh, mulai 18 Agustus sampai 16 September 2017.
Menurut Endah, festival ini merupakan salah satu upaya mempromosikan kawasan Kota Tua Ampenan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di NTB. Endah berharap, even ini bisa menambah khasanah wisata halal di Lombok.
Sementara Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi mengatakan, Festival Kota Tua Ampenan menjadi kesempatan strategis dalam mengenalkan potensi wisata Kota Tua Ampenan. Baik kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.
Meski memiliki potensi yang menarik, Didi mengakui, pengembangan wisata Kota Tua Ampenan sebagai destinasi wisata andalan Mataram belum digarap maksimal. “Pengembangan wisata Kota Tua Ampenan harus dapat perhatian khusus. Karena, Ampenan memegang peran penting dalam mewujudkan Mataram sebagai kota wisata,” ungkap politisi Golkar Mataram ini.
Kota Tua Ampenan kata Didi, merupakan kawasan yang kaya akan perjalanan sejarah. Juga merupakan pintu masuk utama ke Pulau Lombok di masa lalu. Selain sebagai daerah wisata, Kota Tua Ampenan merupakan sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
Lebih jauh Ketua DPRD Kota Mataram ini menyampaikan, saat ini legislatif dan eksekutif tengah menyusun landasan hukum dalam mengembangkan pariwisata Kota Mataram. Wabilkhusus terkait revitalisasi Kota Tua Ampenan.
“Saat ini kita tengah menyiapkan landasan hukum melalui peraturan daerah guna mempercepat pengembangan potensi wisata di Kota Tua Ampenan,” terangnya. (*)

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com