Musisi Jazz Jepang, Line saat tampil memukau di Senggigi Sunset Jazz 2017.

Dua panggung, Rinjani dan Tambora Tampilkan Musik Jazz Berkelas Dunia

”Jazz & World Music Festival 2017 hidupkan kembali wisata Senggigi”

Lombok – Rinjani dan Tambora, dua panggung Senggigi Sunset Jazz 2017 tampilkan music berkualitas dunia. Cita rasa Jazz & World Music Festival kali kedua ini pun pantas diacungi jempol.

Tohpati (foto ; Ist)

Sejak dibuka Jumat (22/9), dua panggung Rinjani dan Tambora Senggigi Sunset Jazz di depann Killa Hotel menyuguhkan cita rasa musik berkelas. Mulai dari legenda grup music Lombok, Pelita Harapan Jazz, Swaramantra, The Giant Project, Richard Hutapea, Tesla Manaf, Ammy Kurniawan & Friends tampil memukau. Pun halnya dengan aksi panggung Tohpati Bertiga, Cellomano Venezuela, maupun aksi seniman Jepang (Line), mampu menghibur ribuan pengunjung yang memadati Tanjungan Pantai Senggigi Lombok Barat.

Dengan seni tata letak panggung dengan sentuhan bambu dibalut tata lighting terkini, dua panggung Jazz kelas dunia Rinjani dan Tambora sanggup menghidupkan malam kawasan wisata tertua Lombok ini. Perlahan nan pasti, even music penuh energi dan bersemangat ini terasa mulai menghidupkan wisata Senggigi yang cukup lama mata sur.

Sejak kali pertama digelar, niatan positif bisa dilihat dari semangat para penggagas, Bandini Project, dalam menggelar acara ini. Alhasil, melalui perjalan cukup panjang, jazz on the beach ini mulai mendapat sambutan hangat para musisi jazz dunia.

Pemda Lombok Barat selaku tuan rumah juga tak kalah antusiasnya. Bupati Lobar, Faozan Halid menegaskan, even Senggigi Sunset Jazz Music ini bakal menjadi gawe rutin tahunan.

Respon memuaskan juga disampaikan para musisi Jepang.

Senggigi Sunset Jazz 2017

Saking bangga bisa tampil di panggung se-keren Senggigi Sunset Jazz, Hiroto, leader Line Tokyo, Jepang mengaku sangat terharu. Bahkan, pimpinan sembilan musisi jazz Jepang ini sempat menetaskan air mata.

‘’Benar, dia (Hiroto) sempat menangis. Dia mengaku terharu dan bangga bisa tampil di panggung sekeren Senggigi Sunset Jazz dan mendapat sambutan meriah dari penonton,’’ ungkap Deddy Aryo, Manager Program sekaligus Stage Manager Senggigi Sunset Jazz 2017 usai gawe di malam pertama.

Respon positif juga diungkapkan Bowie Duadrum Jakarta.  ‘’Memang sudah seharusnya Lombok punya even kren seperti ini,’’ kata Deddy Aryo, menirukan kesan Bowie, drumer ternama Indonesia ini.

Senggigi Sunset Jazz 2017 ini juga dimeriahkan musisi jazz dunia. Seperti Cellomano Venezuel, Line Jepang, dan Norma Jean Amerika.

Yura Yunita (foto: ist)

Puncaknya, malam pertama Senggigi Sunset Jazz menampilkan Yura Yunita, penyanyi jazz asal Jawa Barat yang tengah naik daun. Yura tampil menghibur di panggung Tambora membawakan enam lagu penutup malam.

Selanjutnya terang Deddy, malam penutup Senggigi Sunset Jazz akan meriahkan Indro Hardjodiko, jazz muda Indonesia, Just One, first winner MLDJazz Wanted, Fussion Staff, Bonita and The Husband.

Serunya terang Deddy, musisi jazz muda Mataram, Just One bakal tampil bareng Enda (gitaris Ungu). Puncak, Jazz on the beach ini menampilkan Syaharini and Queenfireworks.

‘’Dipastikan, malam penutupan Jazz & World Music Festival 2017 bakal lebih seru,’’ tambah Deddy penuh semangat. Good Job Bro! (*)

 

Apink Alkaff

About apink alkaff

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com