You are here
Home > NASIONAL > 40 Seniman Kaligrafi Unjuk Kebolehan

40 Seniman Kaligrafi Unjuk Kebolehan

MATARAM – Giliran seniman kaligrafi yang unjuk kebolehan dalam ajang Pesona Khasanah Ramadhan 2017, Islamic Center. Sekitar 40 seniman kaligrafi dari lima kabupaten/kota di Pulau Lombok ikut ambil bagian dalam eksebisi kali perdana ini. Menariknya, setiap peserta difasilitas media lukis, kuas, cat, dan sarana pendukung lain.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Muhammad Faozal menyebutkan, seni kaligrafi memiliki potensi jika dikelola dengan baik. Seni lukis kaligrafi ini bisa menjadi daya tarik wisata yang terintegrasi dengan Islamic Center NTB dan bisa memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata halal.

Seni kaligrafi dalam Gebyar Ramadhan di Islamic Center Mataram.

Menurut Faozal, pihaknya sudah mengumumkan kegiatan ini ke sejumlah komunitas lukis di Lombok sejak awal Ramadhan dan disambut antusiasme. Para pesertanya, sebagian besar merupakan seniman profesional. ‘’Semoga ini jadi ruang kreatif untuk menyalurkan bakat bernuansa Islami,” ujar Faozal di sela-sela Gebyar Ramadhan di area Kampung Ramadhan, Islamic Center NTB, Minggu (11/6/2017).

Komunitas pelukis kaligrafi bisa semakin berkembang kata Faozal, jika memiliki ruang dan waktu rutin untuk menuangkan kreasinya. Dengan begitu, kaligrafi tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi wisatawan juga bisa belajar melukis kaligrafi.

Arena Gebyar Ramadhan Eksebisi Seni Kaligrafi di Islamic Center Mataram.

Nantinya, hasil eksibisi kaligrafi Gebyar Ramadham ini akan dipamerkan di area Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center bersama karya-karya foto peserta lomba foto di penghujung Ramadhan. Faozal mengharapkan, saat Idul Fitri, kaligrafi dan foto akan jadi sajian seni bagi jamaah Masjid Hubbul Watnan.

Karya kaligrafi ini bisa dibeli sambungnya, dan uangnya akan disalurkan sebagai ke Masjid Hubbul Wathan. Tidak itu saja, setelah bulan puasa, karya-karya kaligrafi ini akan dipamerkan di Bandara Internasional Lombok sebagai bagian pencitraan wisata halal.(*)

Apink Alkaff

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top