You are here
Home > ADVENTURE > Ancaman Hipotermia Saat Pendakian dan Cara Mengatasinya

Ancaman Hipotermia Saat Pendakian dan Cara Mengatasinya

Ini akibat meremehkan meremehkan cuaca saat melakukan pendakian. Terutama pendakian musim hujan seperti saat ini. Tidak salah, jika pendakian ke Gunung Rinjani, Gunung Semeru dan sejumlah lain nusantara ditutup untuk sementara waktu.

Oki Komala Putra yang menjadi korban keganasan Gunung Merbabu.
Oki Komala Putra yang menjadi korban keganasan Gunung Merbabu.

Minggu (7/2) lalu, Oki Komala Putra menjadi korban keganasan Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Pelajar 17 tahun asal Mustokoweni, Plombokan, Semarang Utara ini meregang nyawa lantaran tubuhnya tidak sanggup menahan tekanan suhu dingin.

Pada hari yang sama, dua pendaki yang tidak di ketahui identitasnya juga dikabarkan dievakuasi dari pos 4 Gunung Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (7/2). Informasinya, korban mengalami cidera kaki dan gejala hipotermia akut. Pada saat dievakuasi, korban yang berjenis kelamin perempuan sudah tidak sadarkan diri, sehingga harus ditandu para relawan. Sedangkan korban laki-laki dievakuasi sore hari dengan dibopong para relawan. Syukurnya, kedua pendaki ini masih bisa diselamatkan.

Berikut cara mengatasi hipotermia di gunung:

Cara mengatasi penderita hipotermia ini dibedakan berdasar kondisi penderita. Penderita yang dalam keadaan sadarkan diri dan dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Penderitan dalam keaadaan sadarkan diri

  1. Ganti baju basah, dengan baju kering.
    Pakaian dalam keadaan basah lah yang bisa menjadi faktor utama serangan hipotermia datang. Ganti segera baju dan celana yang basah dengan pakaian yang kering dan hangat. Ganti secara perlahan, harus hati-hati karena tubuh penderita sangat rentan dengan goncangan.
  2. Kasih minuman hangat.
    Selanjutnya beri minuman hangat. Minuman yang hangat akan membantu tubuh untuk mengembalikan suhu tubuh yang hilang. Contohnya coklat hangat atau teh hangat.
  3. Kasih makanan berkalori tinggi.
    Dalam usaha menyeimbangkan suhu tubuhnya manusia membutuhkan kalori yang tinggi, karena itu sangat disarankan penderita dibantu untuk mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi seperti sereal, sup hangat, coklat dan minuman manis lainnya.
  4. Ajak bergerak.
    Jika kondisi sudah membaik, penderita sudah mulai merasakan hangat di tubuhnya. Selanjutnya ajak penderita untuk bergerak, ajaklah ia berolahraga kecil agar tubuhnya maksimal dalam menghasilkan suhu tubuh. Tapi ingat jangan sampai membuat penderita terlalu lelah dan mengeluarkan keringat, karena jika berkeringat maka akan membuat pakaiannya basah dan bisa menimbulkan dingin datang kembali.
  5. Buat api unnggun di sekitar.
    Usaha terakhir anda bisa membuat api unggun di sekitar guna menangkis udara dingin sekitar. Pastikan api unggun yang dibuat aman dan tidak membahayakan sekitar tenda.

Penderita dalam keadaan tidak sadarkan diri

Kondisi kedua adalah ketika kondisi penderita sudah kritis dan tidak sadarkan diri.

  1. Ganti baju basah, perlahan.
    Pertama ganti bajunya yang basah perlahan, ganti dengan pakaian yang kering. Ingat harus hati-hati dan perlahan.
  2. Masukkan kedalam sleeping bag.
    Selanjutnya, jika sudah diganti dengan baju yang kering kemudian masukkan penderita kedalam sleeping bag dan lapisi dengan lapisan yg hangat, seperti jaket dan juga selimut.
  3. Buka bajunya peluk tubuhnya. kulit ketemu kulit.
    Jika memungkinkan buka bajunya dan peluk tubuhnya (dengan keadaan sama-sama tidak berpakaian), kulit ketemu kulit, dipercaya atau tidak ini akan membantu mempercepat peningkatan suhu tubuh.
  4. Upayakan agar penderita segera sadarkan diri.
    Tepuk-tepuk pipinya, ajak bicara. sebut namanya terus hingga ia sadarkan diri.
  5. Jika sudah sadarkan diri lakukan penanganan seperti poin diatas ‘’penanganan saat penderita dalam kondisi sadarkan diri’’.

Editor: Apink Alkaf/diolah dari berbagai sumber

UTARAKITA
UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda
Top