You are here
Home > EKONOMI BISNIS > Bandar Kayangan, Instruksi Presiden Kucurkan Dana Rp 1,8 Triliun

Bandar Kayangan, Instruksi Presiden Kucurkan Dana Rp 1,8 Triliun

Pertamina telah merencanakan membangun kilang minyak berikut depot-depot bahan bakar minyaknya. Instruksi Presiden juga memberikan dukungan dengan mengucurkan dana sebesar Rp 1,8 triliun pada 2016.
Pemerintah sedang menyiapkan sebuah kota baru di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Nama kota tersebut diberi nama Kota Baru Bandar Kayangan di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB.
Sejatinya, groundbreaking kota baru ini Januari 2016. Lahan yang dipakai adalah lahan pemerintah. Kota baru ini akan mempunyai panjang sekitar 11 kilometer dan total luas area 80.000 hektar dan pada tahap awal ini hanya baru membutuhkan sekitar 3.000 hektar untuk Pelabuhan Kayangan.
Pemerintah pusat melalui Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pembangunan Kota Baru Bandar Kayangan. Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hermanto Dardak meninjau langsung lokasi pembangunan kota baru Bandar Kayangan awal pekan ini.
Wilayah Kecamatan Kayangan dirancang sebagai kawasan agropolitan, agroindustri, dan perikanan serta sentra industri kecil skala kabupaten yang juga direncanakan sebagai pusat kegiatan kawasan skala lokal kabupaten dengan dukungan infrastruktur.
Apabila akan dikembangkan, Bandar Kayangan merupakan bagian dari pengembangan wilayah Pulau Lombok, yang terkait dengan pengembangan kawasan pariwisata/KEK Mandalika, Kawasan Pariwisata Senggigi/Gili dan Rinjani, kawasan pertanian dan kawasan perkotaan, serta terintegrasi dengan pelabuhan dan bandara.
Hermanto mengatakan ada plus minusnya daerah ini, plusnya daerah ini, pembebasan lahannya masih mudah. Minusnya, kultur masyarakatnya belum terbangun secara maritim karena masyarakat disini masih agraris. Sumber air di daerah ini pun tidak bermasalah, ada dari gunung, ada dari pertengahan dasar laut dan ada dari sungai besar.
“Tapi, untuk kawasan Kota Baru Bandar Kayangan dan Pelabuhan, air tanah tadi eksploitasinya masih rendah. Ada air permukaan yang harus diteliti dan dianalisis terlebih dahulu,” kata Hermanto Dardak dikutip dari situs resmi PU, Rabu (29/7/2015).
Nantinya Kementerian PUPR dapat memberikan dukungan penyiapan Master Plan Bandar Kayangan dimana di dalamnya termasuk studi air bersih, serta dukungan infrastruktur terpadu.
Alasan pembangunan Kota Baru karena Selat Lombok saat ini mulai ramai menjadi arus lalu lintas perdagangan kapal-kapal besar yang mendarat di Singapura. Tercatat 20 kapal besar setiap hari melewati Selat Lombok karena menghindari Selat Malaka (gelombang besar) disamping biaya mahal.
Di kota baru ini juga akan dibangun pusat ekspor/impor barang setengah jadi yang kini sedang dilirik oleh beberapa negara. Bandar Kayangan diharapkan memiliki 5 fungsi yakni sebagai pelabuhan, pusat Industri, pusat Energi, perdagangan, wisata, dan perumahan. (*)

sumber: detik finance

UTARAKITA
UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda
Top