You are here
Home > INTERNASIONAL > Berharap Saman Tanah Gayo Hiasi MTQ 26

Berharap Saman Tanah Gayo Hiasi MTQ 26

”Mano Gayomu kawan?

Saman. Dari ribuan ragam tarian pelosok nusantara, tari Saman termasuk kategori tari menarik, unik, dan atraktif. Keunikannya terletak pada kekompakan gerakan dan keharmonisan olah tubuh.

Para penari Saman bergerak cepat tepat dalam balutan harmoni musik. Gerakannya teratur, cepat, dan harus tepat.

Banyak tubuh, satu jiwa. Menyatu dalam gerak dan lagu tubuh.

Tanpa bantuan alat musik, tarian para gadis Nangroe Aceh Darussalam bergerap cepat dan tepat. Menyatukan energi menuju kesaan Ilahi.

Tak salah jika tari ini banyak memikat hati para penikmat seni Islami. Bukan hanya Indonesia, tapi dunia mempelajari seni tari ini.

Tari ini dinamakan Saman karena diciptakan seorang ulama Dataran Tinggi Gayo bernama Syekh Saman sekitar abad XIV Masehi. Awalnya, tarian ini hanya permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi kombinasi tepukan penari. Saat itulah, tari Serambi Mekah ini menjadi media dakwah.

Seperti halnya barzanji, tarian ini hanya dimainkan saat perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Seirama dengan perkembangan seni tari dan zaman itu sendiri, tari Saman mulai bermetamorfosis. Menjadi seni pertunjukkan yang sangat layak dinikmati.

Dunia seni  mengenal tarian ini dengan sangat baik. Para pelaku seni tari dari seluruh penjuru dunia tak malu mengadopsi seni tari yang satu ini.

Sungguh, saya berharap Seni Dataran Tinggi Gayo ini bisa tampil orisinil di arena MTQ XXVI 2016 Nusa Tenggara Barat (NTB) ini. Tentu, dengan para penari asli Gadis Gayo. Kostumnya dari Tanah Gayo. Dengan aroma khas alam Gayo.

Sayang di sayang, yang kita dapat di pentas MTQ 2016 justeru penari Saman Tanah Sekarbela. Di bawah asuhan Hjh. Wartiah. Meski jarak antara Tanah Gayo dan Tanah Sekarbela ini amat jauh, panitia bisa menyiasati dengan menghadirkan penari dari Kota Mataram.

So pasti, ongkos untuk menghadirkan puluhan penari Saman dari Ponpes Nurul Islam Sekarbela lebih murah ketimbang mendatangkan puluhan Gadis Elok Tanah Gayo. Bolehlah.

Alhasil, berharap menari dan menikmati pesona Saman Tanah Gayo, yang ku dapat pesona Saman ‘’Wartiah’’ Sekarbela. Tari Saman Sekarbela itu pun membuat sebagian penonton terpukau. Apalagi, Saman Tanah Dataran Tinggi Gayo.(*)

Apink Alkaff

 

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top