You are here
Home > ADVENTURE > Cuaca Super Ekstrim Warnai Tambora Challenge 2018

Cuaca Super Ekstrim Warnai Tambora Challenge 2018

Poto Tano – Petir dan hujan deras mengguyur arena pelepasan 47 peserta Tambora Challenge 2018 di Poto Tano, Rabu (4/4). Meski cuaca ekstrim, pelepasan lomba lari bergengsi Lintas Sumbawa 320 kilometer Poto Tano (Kabupaten Sumbawa Barat) – Doro Canga (Kabupaten Dompu) ini tetap digelar tepat waktu.
Tepat pukul 14.30 Wita, 47 atlet lari ekstrim ini dilepas Bupati KSB. Tidak itu saja, Tambora Challenge tahun ink juga dimeriahkan ratusan pelajar yang mengikuti lomba lari 5 dan 8 kilometer.
Diperkirakan jarak tempuh 320 kilometer ini bakal ditempuh sekitar 70 jam. Artinya, untul bisa masuk finish, peaerta harus lari selama tiga hari tiga malam tanpa tidur. Untuk itu, Kompas selaku yang punya gawe menyediakan empat pos istirahat dan sejumlah water station untuk peserta.
Ekstrimnya cuaca lintas pulau Sumbawa ini tentu menyisakan tantangan berarti bagi pnggila olahraga gila ini. Peserta dituntut untuk tidak sekadar memiliki kondisi fisik yang prima dan bermental tangguh. Namun, harus cerdas mengatur strategi berlari melewati perubahan cuaca ekstrim.
Pelepasan peserta lari Tambora Challenge 2018 ini dilakukan Bupati KSB, HW Musyafirin didampingi Wakil Bupati KSB, Fud Syaiffudin, dan Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Husnanindiaty Nurdin.
Tentu, Bupati KSB, HW Musyafirin, mengapresiasi kegiatan bergengsi yang masuk even nasional ini. Menurutnya, kegiatan ini memiliki dampak yang positif bagi KSB pada khususnya, terutama terhadap sektor pariwisata.
“”Jika setiap tahun even ini bisa dilaksanakan dampaknya pasti bagus. Akan semakin banyak orang mengenal KSB dan tentunya berkunjungan wisatawan ke daerah ini mengalami peningkatan,” ungkap Musyafirin, disela acara pelepasan peserta lari Tambora Challenge 2018, di Pototano KSB, Rabu (04/04).
Musyafirin juga berharap, Tambora Challenge ini bisa terus diselenggakan dengan lebih baik.“Kami berharap ditahun depan (2019), pelaksanaannya dimulai dari Kabupaten Dompu dan berakhir di KSB, sebab kami akan persiapkan even ini lebih meriah dengan festival-festival yang akan kami gelar,” ucapnya.
Nantinya, para peserta Tambora Challenge disambut pada puncak acara Festival Tambora di Doro Canga, Dompu, Rabu (11/4). Selanjutnya, di padang sabana lereng Doro Canga itulah para atlet akan berbaur dengan ribuan warga yang menghadiri puluhan kegiatan Festival Tambora.(*)

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top