You are here
Home > POLITIK > Arena Debat Terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati KLU Panas – UTARAKITA

Arena Debat Terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati KLU Panas – UTARAKITA

Tanjung – Debat terbuka Calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu pagi (25/11) terasa panas. Pasalnya, aula Medana Bay Resort tidak menyediakan pendingin ruangan yang memadai. Sementara arena debat terbuka ini dihadiri ratusan pendukung dan simpatisan kedua calon Bupati dan Wakil Bupati KLU.

kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati pose bareng dengan para penyelenggara Pilkada KLU. (photo: Supaq)
kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati pose bareng dengan para penyelenggara Pilkada KLU. (photo: Supaq)

Selain para pendukung pasangan calon yang hadiri di arena debat terbuka, masyarakat Lombok Utara juga sejatinya bisa melihat dan menyaksikan debat ini secara langsung. Sayangnya, salah satu tahapan pilkada ini hanya disiarkan melalui Radio Republik Indonesia (RRI). Apesnya lagi, saat debat terbuka digelar, sebagian besar kawasan di Lombok Utara mati lampu. Alhasil, debat terbuka ini hanya bisa dinikmati pendukung pasangan calon yang hadir di arena tersebut dan hanya segelintir orang yang kebetulan mendengar radio.

Dalam debat terbuka yang pertama kalinya digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) KLU, Akademisi Universitas Mataram Prof Dr Galang Asmara SH MH didaulat sebagai moderator. Sedangkan perwakilan KPU Lombok Barat juga hadiri memantau jalannya debat.

Ketua KPU KLU sebagai penyelenggara kegiatan ini, sengaja mengundang perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) KLU agar dapat secara langsung mendengarkan visi dan misi dari para calon Bupati dan wakil Bupati KLU. ‘’Kami juga sengaja mengajak saudara-saudara kita dari jajaran SKPD Kabupaten Lombok Utara, untuk secara langsung merasakan dan menyaksikan visi dan misi para Calon Bupati dan Wakil Bupati KLU, yang akan memimpin KLU lima tahun kedepan,’’ jelasFajar Martha dalam pidato singkatnya.

Kedua pasangan calon Bupati KLU, H Djohan Sjamsu dan H Najmul Akhyar.
Kedua pasangan calon Bupati KLU, H Djohan Sjamsu dan H Najmul Akhyar.

Debat terbuka kali ini dibagi menjadi lima bagian.Pertama, penyampaian visi dan misi para calon Bupati dan Wakli Bupati KLU. Bagian kedua,penjelasan lebih lanjut mengenai visi dan misi kedua pasangan calon yang dilanjutkan bagian ketiga menjawab sejumlah pertanyaan yang telah disiapkan moderator.

Pada bagian keempat, para kandidat diminta menjawab pertanyaan narasi dari tayangan video yang telah disiapkan panitia penyelenggara. Dan yang terakhir Tanya jawab kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati KLU.

Namun sayang, materi Tanya jawab antara kedua kubu pasangan calon Bupati dan Waki Bupati KLU ini tidak berasal dari kedua kubu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati ini harus memilih pertanyaan secara acak yang disiapkan KPU KLU.

Pada bagian pertama, pasangan calon Jadi menyampaikan visi dan misi mereka terlebih dahulu. Pasangan Jadi menekankan keberlanjutan program kerja yang telah dilaksanakan oleh pemerintahan Djohan Sjamsu selama lima tahun ini, serta memperbaiki program yang masih belum maksimal.

Pendukung dan simpatisan kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati KLU dalam debat terbuka, Rabu 25/11.
Pendukung dan simpatisan kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati KLU dalam debat terbuka, Rabu 25/11.

Dalam orasinya, Djohan Sjamsu menyebutkan, pasangan Jadi semata ingin menyampaikan tekad membangun KLU dengan penuh tanggung jawab. Mengawali komitmen ini jelasnya, diperlukan pemimpin yang benar-benar memahami keinginan dan harapan masyarakat. ‘’Berbekal pegalaman dalam menjalankan roda pemerintahan, serta pemahaman menyeluruh dalam dinamika pembangunan. Termasuk keberhasilan pembangunan dan tantangan yang dialami selama lima tahun kiranya cukup menjadi bekal bagi kami untuk menawarkan program-program kedepan. Guna melanjutkan keberhasilan yang dicapai, guna mewujudkan masyarakat KLU yang lebih sejahtera,’’ ungkap Djohan yang disambut aplous pendukungnya.

Sementara itu, pasangan Najmul–Syarif (Nasa) menyebutkan, KLU merupakan kabupaten kaya. Maka sesungguhnya Lombok Utara ini tidak menjadi kabupaten miskin, bahkan termiskin di NTB. Visi menjadikan masyarakat Lombok Utara yang relijius, berbudaya, adil dan sejahtera. ‘’Kami pasangan Nasa bertekad pula mengabdikan diri kami bagi Kabupaten Lombok Utara agar Lombok Utara menjadi kabupaten yang lebih baik pada masa-masa yang akan datang,’’ ujarnya. (SupaqFahmi)

Editor: ApinkAlkaff

 

 

 

 

Supaq
Supaq
Lahir di Surabaya bulan April, namun sejak tahun 2002 hijrah ke Lombok dan sekarang tinggal di Lombok Utara.
http://www.utarakita.com
Top