You are here
Home > HUKUM > Di Gili Trawangan, Isu Teroris Jadi Alat Menarik Sumbangan

Di Gili Trawangan, Isu Teroris Jadi Alat Menarik Sumbangan

LOMBOK UTARA – Wow, modus mencari sumbangan yang dipakai aparat Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, kali ini sudah bertaraf internasional. Bahkan, terkesan mengada-ada. Di Gili Trawangan, isu teroris ini menjadi alat untuk menarik sumbangan dari semua pengusaha pariwisata di pulau itu.

Surat edaran permohonan sumbangan untuk antisipasi aksi teroris di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB
Surat edaran permohonan sumbangan untuk antisipasi aksi teroris di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB

Tidak tanggung-tanggung, angka yang tertera dalam rencana anggaran untuk mengantisipasi aksi teroris di Gili Trawangan ini Rp 43 juta per bulan. Itu termasuk anggaran untuk konsumsi, rokok, dan air minum bagi 10 petugas Brimob yang katanya akan ditempatkan 10 orang setiap hari selama sebulan. Untuk item ini, pihak aparat Desa Gili Indah mencantumkan rencana anggaran sebesar Rp 30 juta per bulan. Selain itu, dalam surat permohonan dana bernomor: 501.02/SR/DGT/I/2016 untuk semua pengusaha di Gili Trawangan ini juga menyantumkan biaya sewa kamar tidur untuk 10 personil Brimod selama sebulan sebesar Rp 9 juta. Tidak lupa, dicantumkan pula rencana anggaran pembelian dua unit sepeda untuk patroli Brimob di Gili Trawangan.

Surat edaran yang belakangan mulai tersebar dan cukup menggelikan ini diteken Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT) Acok Zani Bacok, H Lukman Amd.par (Kadus Gili Trawangan), dan Kades Gili Indah, HM Taufik.

Di paragraf awal surat tertanggal 21 Januari 2016 ini menyebutkan, sesuai dengan hasil musyawarah pada tanggal 21 Januari 2016 antara Kapolres Lombok Barat dan Kapolsek Pemenang dengan Kepala Desa Gili Indah, Kadus Gili Trawangan, APGT (Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan), Remaja Karang Taruna, pengusaha dan masyarakat Gili Trawangan. Artinya, surat edaran ini dikeluarkan menyusul adanya isu akan adanya aksi teroris di Gili Trawangan.

Lampiran anggaran biaya antisipasi aksi teroris di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB.
Lampiran anggaran biaya antisipasi aksi teroris di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB.

Nah, untuk mengantisipasi isu tersebut, Polres Lombok Barat akan menempatkan 10 anggota Brimob mulai 21 Januari 2016 sampai waktu yang tidak ditentukan. Personil Brimob ini nantinya akan ditempatkan di Gili Trawangan.

Selanjutnya, untuk menunjang biaya operasional 10 anggota Brimob tersebut, semua pengusaha di Gili Trawangan diminta memberikan sumbangan dana. ‘’Maka dengan ini kami mengharapkan kerjasama dan partisipasi dari semua pengusaha dan masyarakat yang ada di Gili Trawangan untuk ikut berpartisipasi dalam menunjang kegiatan operasional tersebut diatas. (Rencana anggaran biaya) terlampir,’’ demikian bunyi bait terakhir surat edaran terbaru di pulau eksotic ini.

Kades Gili Indah HM Taufik yang dikonfirmasi membenarkan akan adanya surat edaran tersebut. ‘’Itu kita minta bantuan pada pengusaha untuk dana pengamanan. Karena kita tempatkan 10 orang anggota Brimop di Gili Trawangan dan itu sudah menjadi kesepakatan melalui rapat bersama pengusaha, karang taruna, tokoh agama, dan masyarakat,’’ jelas Taufik kepada utarakita.com.

Taufik juga menambahkan, kesepakatan itu juga dihadiri Polres Lobar dan Polsek Pemenang, Lombok Utara. ”Dan dirapat itu dihadiri juga sama Polres Lombok Barat dan Polsek Pemenang,” tambahnya. (*)

Apink Alkaff

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top