You are here
Home > ADVENTURE > Dispar NTB Salurkan 34 Paket Penguatan Destinasi

Dispar NTB Salurkan 34 Paket Penguatan Destinasi

Mataram – Dinas Pariwisata NTB menyalurkan 34 paket penguatan destinasi wisata dengan nilai tot mencapai Rp. 16 milyar. Hanya saja, dari semua paket tersebut, baru 12 paket yang disalurkan.
Penyerahan paket penguatan sarana dan prasarana 12 destinasi wisata ini dilakukan dalam acara coffee morning di halaman kantor Dispar NTB, Rabu (15/11). Penyerahan dukungan sarana dan prasarana pariwisata 2017 ini dihadiri utusan dinas pariwisata kabupaten/kota se-NTB, para pelaku wisata, dan dinas terkait.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Muhammad Faozal mengatakan, dari seluruh paket tersebut, ada 18 paket penguatan destinasi berupa mushala, sarana MCK, dan fasilitas pendukung lain. Seperti, tempat duduk di pinggir Pantai Senggigi sudah diserahkan kepada destinasi wisata setempat. “Semua ini tergabung dalam 34 paket penguatan destinasi yang ditargetkan rampung pada 2017,” jelasnya.
Dari 34 paket penguatan tersebut, salah satunya adalah pembangunan dermaga sepanjang 95 meter Pink Beach yang akan menelan biaya sekitar Rp. 550 juta. “Sekarang pembangunan dermaganya sedang berlangsung,” sebut Faozal.
Selain itu kata dia, pihaknya juga menyalurkan paket bantuan senilai Rp. 450 juta untuk pembangunan 38 bilik toilet di sejumlah destinasi. Sebanyak 15 toilet diantaranya akan dibangun di kampung tradisional Sade, Lombok Tengah.
Lebih jauh dijelaskan Faozal, penyaluran paket penguatan destinasi wisata merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke NTB.I ia berharap, paket ini juga bisa menjawab tuntutan dan harapan masyarakat terkait fasilitas di sejumlah tempat wisata. Ia juga berharap, paket bantuan ini bisa dinikmati langsung oleh wisatawan.
“Kami berharap masyarakat yang mendapat bantuan paket ini bisa menjaga sarana dan prasarana penguatan wisata tersebut,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Faozal juga meminta para pelaku usaha wisata seperti PHRI, Asita, dan kepolisian memberikan masukan sebagai bahan evaluasi bagi Dinas Pariwisata NTB agar semakin baik ke depannya.(*)

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top