You are here
Home > ADVENTURE > Enam Bantuan Hidup Dasar yang Harus Diketahui Pendaki Rinjani

Enam Bantuan Hidup Dasar yang Harus Diketahui Pendaki Rinjani

Mataram – Seorang pendaki, guide, dan porter Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) harus menguasai teknik bantuan hidup dasar (BHD). BHD ini dilakukan ketika rekan, atau wisatawan mengalami gagal jantung dan pernafasan terhenti saat melakukan pendakian.

Berikut ini beberapa kasus yang menyebabkan henti jantung dan henti napas. Seperti tenggelam, stroke,obstruksi jalan napas, menghirup asap, kercunan obat, tercekik, trauma, MCI (myocardial infarction ) atau gagal jantung. Pemberian BHD kepada korban henti jantung sangat penting dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah kematian otak karena kurangnya suplai oksigen.

Ada enam ketentuan bantuan hidup dasar yang harus di ketahui pendaki, guide dan porter.

  1. Pastikan sebelum menolong korban, penolong mengamati segi keamanan diri penolong, lingkungan, dan korban.
  2. Cek respon korban dengan teknik “touch and talk” yaitu dengan menepuk atau menggoyang goyangkan bahu korban bersamaan dengan memanggil nama atau sebutan koban. Kemungkinan kesadaran korban: Jika korban sadar, biarkan korban pada posisi dimana korban ditemukan. Selanjutnya, cari bantuan dengan berteriak dan menghubungi tim yang lebih expert (ahli).
  3. Tetap mengawasi kemungkinan terjadinya cedera yang lain.
  4. Jika korban tidak sadar atau tidak merespon, segera teriak meninta bantuan tim yang lebih expert.
  5. Cek nadi korban. Jika lebih dari 10 detik nadi sulit dideteksi maka segera lakukan kompresi dada.
  6. Saat kompresi dilakukan, pastikan korban pada posisi supinasi dan kompresi dada dilakukan dengan cepat dalam kecepatan setidaknya 100 x/ menit.Menejemen resiko dan standar pengamanan wisatawan seperti ini menjadi salah topik pembahasan yang muncul dalam bimbingan teknik pemuda sadar wisata yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB di Lombok Plaza Hotel, Kamis (26/5). ‘’Pendaki, guide, porter, para pemuda di daerah wisata memang harus memahami teknik bantuan hidup dasar ini,’’ kata Kepala IDG RSU NTB, Oxy Cahyo Wahyuni kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Bimbingan teknik ini pesertanya berasal dari pemuda, pelaku wisata, dan pemangku kebijakan dari beberapa daerah tujuan wisata Lombok. Antara lain, peserta dari Jerowaru, Sembalun (Lotim), Aik Berik (Loteng), dan Bayan, Lombok Utara. ‘’Bimbingan teknis ini kita gelar untuk memberikan pemahaman kepada para pemuda sadar wisata dari beberapa daerah tujuan wisata terpencil,’’ jelas Kadis Pariwisata dan Kebudayaan NTB, HL Muhammad Faozal.

Selain itu, materi pertolongan pertama pada kecelakaan di laut yang dibawakan utusan TNI AL, Mayor Laut I Gede Padang, juga cukup mendapat perhatian peserta. Termasuk materi  dari Instruktur Kantor SAR Mataram, Ida Bagus Ngurah Nyoman Asrama. ‘’Nanti, kita akan menindaklanjuti kegiatan pelatihan ini dengan turun langsung ke lokasi,’’ tambah Faozal. (*)

Apink Alkaff

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top