You are here
Home > NASIONAL > Enam Saran Penting untuk Pelaku Wisata Halal Lombok

Enam Saran Penting untuk Pelaku Wisata Halal Lombok

MATARAM – Saat ini, pariwisata Lombok Sumbawa benar-benar tengah naik daun. Betapa tidak, saat ini wisata halal Lombok Sumbawa punya momentum bagus, punya pasar potensial, dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Tinggal bagaimana komitmen dan kesiapan semua pihak di Lombok Sumbawa dalam memanfaatkan kesempatan besar ini.

Tazbir, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis Kementerian Pariwisata RI memberikan enam saran penting untuk pelaku wisata halal Lombok Sumbawa:

  1. Merespon peluang dan kesempatan itu, Tazbir mengajak semua pihak untuk berpikir bagaimana menjual wisata Lombok Sumbawa. Ia menyarankan agar jangan terlalu banyak diskusi. ‘’Otak kita sekarang harus berpikir bagaimana jualan dan jualan,’’ ungkap pakar pariwisata nusantara ini.
  2. Menurut Tazbir, World Halal Travel Award dan Honeymoon Destination Award yang diraih Lombok itu sangat keren. Untuk itu, kesiapan para pelaku wisata dan pemangku kebijakan dalam menyambut kedatangan wisatawan, khususnya wisatawan muslim mutlak diperlukan.
  3. Lombok harus punya pantai khusus perempuan. Pasalnya kata dia, wisatawan perempuan Timur Tengah itu tidak mau mandi bareng wisatawan laki-laki. ‘’Lombok kan punya banyak pantai keren. Jadikan salah satu pantainya, khusus untuk wanita,’’ ujarnya.
  4. Tazwir juga menyarankan agar mata air awet muda di Taman Narmada itu juga dibuatin pipa, sehingga bisa dimanfaatkan oleh wisatawan muslim. ‘’Di Narmada itu kan ada mata air awet muda, buatin saja pipa biar bisa dipakai cuci muka oleh wisatawan muslim,’’ ucap Tazbir.
  5. Selain itu, Tazbir juga menyarankan agar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB memaksimalkan peran media masa. Terutama, media online dan para bloger. ‘’Kumpulkan dan bina para pemuda yang akrab dengan teknologi dan informasi. Ajar mereka membuat blog. Ajari mereka cara menjadi bloger handal untuk mempromosikan pariwisata Lombok Sumbawa,’’ tandasnya.
  6. Dan yang penting tegas Tazbir, semua pengelola hotel di Lombok Sumbawa untuk menyiapkan diri menjadi tuan rumah wisata halal yang baik. Salah caranya, dengan menyiapkan sajadah, kitab suci, dan arah kiblat di setiap kamar. ‘’Saya tidak tahu apa alasannya, kenapa masih ada hotel yang menyembunyikan arah kiblat. Kadang arah kiblat ditaruh di dalam laci, di dalam lemari, atau di belakang pintu. Padahal tidak ada yang terganggu dengan arah kiblat itu,’’ kata Tazbir.

Intinya kata Tazbir, halal tourism itu, bersih, ramah, aman, dan nyaman. Ketika ajaran Islam diimplementasikan dalam praktek pariwisata terangnya, konsep pariwisata Lombok Sumbawa akan mendapat kepercayaan dunia. ‘’Sekarang ini, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Inggris juga tengah berlomba-lomba membuat konsep wisata halal. Ini peluang yang sangat bagus untuk Lombok yang sudah mendapat predikat itu,’’ ungkapnya. (*)

Apink Alkaff

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top