You are here
Home > INTERNASIONAL > Festival Bau Nyale Rasa Baru

Festival Bau Nyale Rasa Baru

Mataram – Sesuai penanggalan Sasak dan hitung-hitungan papan wariga, tanggal 20 bulan 10 bertepatan dengan 6 Maret 2018. Artinya, masyarakat adat dan Pemerintah Daerah Lombok Tengah sepakat menggelar Festival Bau Nyale mulai 26 Februari sampai 7 Maret 2018.

Masih seperti tahun-tahun lalu, gawe beleq masyarakar Lombok Tengah ini akan dipusatkan di pantai Seger, Mandalika. Bedanya, kini even rutin tahunan Bau Nyale ini masuk empat even besar pariwisata yang masuk dalam 100 even nasional. “Untuk setiap even, Kementerian Pariwisata RI memberikan anggaran masing-masing 1,5 miliar,” ungkap Staf Ahli bidang Multi Kultural Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty, di Golden Palace, Kamis (25/1).
Dijelaskan Esty, selama 2018 ini, NTB mendapatkan kepercayaan menyelenggarakan empat even pariwisata nasional. Selain Pesona Bau Nyale, ada Sarasehan Budaya, Festival Tambora di Kabupaten Dompu, Tour de Lombok Mandalika, dan Festival Pesonal Lombok Sumbawa. Menurut Esthy, mulai tahun ini penetapan kalender even pariwisata nasional ditetapkan oleh tim kurator. Ada 100 festival yang dipilih secara nasional. Diantaranya 10 festival ikon.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal mengatakan, ada 12 kalender even dalam rangkaian gawe Pesona Bau Nyale. Untuk itu, Faozal mengaku, menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak
Sejumlah kegiatan yang menyertai Bau Nyale antara lain Parade Budaya – Mandalika World Music Festival – Mandalika Etno Performance (wayang khas Sasak atau tembang Sasak) – Pemilihan Putri Mandalika, Peresean (Stick Fighting) – Betandaq (Berbalas Pantun suku Sasak) – Kampung Kuliner – Mandalika Vlog Competition, Voli Pasir yang pesertanya dari 13 negara – Surfing Contest. Festival Bau Nyale akan menjadi puncak acara sekaligus closing ceremony.
Bisa dipastikan, gelaran gawe beleq Bau Nyale kali ini bakal lebih meriah dan mempunyai rasa baru. Betapa tidak, dari anggaran 1,5 miliar tersebut, 60 persennya akan dialokasikan buat promosi. Sisanya, untuk even itu sendiri. “Tahun lalu (2017) target kunjungan wisatawam yang menghadiri Bau Nyale ini meningkat 100 persen dari target 70 ribu wisatawan. Atau sekitar 140 ribu pengjung,” ungkap HL Putria, Kadis Pariwisata Loteng.
Menariknya, jajaran Polres Lombok Tengah tidak saja mengambil peran sebagai pengaman. Mereka juga berinisiatif mendatangkan karya-karya Dynan Fariz, kreator Jember Festival Carnaval untuk hadir di parade budaya. “Kebetulan saya pernah bertugas tiga tahun di Jember. Dari sebelum JFC terkenal saya sudah kenal Dynan Fariz,” kata Kapolres Loteng AkBP Kholilul Rochman.
Bahkan, Kholil mengaku pihaknya sudah memesan sejumlah kostum untuk ditampilkan digelaran Mandalika Fashion Carnaval. Tentu sambungnya, Mandalika Fashion Carnaval ini akan melibatkan Dynan Fariz dan anggota Bhayangkari Polres Lombok Tengah.
Untuk pengamanan even jelas Kholil, pihaknya akan menerjunkan sekitar 450 personil. Kendati demikian, Kholil mengingatkna agar pengunjung memperhatikan rambu rambu dan kantong parkir yang sudah disiapkan. “Maklum sekarang di kawasan Mandalika ini tengah banyak pembangunan hotel dan fasilitas pariwisata,” ujarnya. (*) Landon Collins Authentic Jersey

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top