You are here
Home > NASIONAL > Festival Pesona Tambora 2018 Siap Digelar Kembali

Festival Pesona Tambora 2018 Siap Digelar Kembali

Dari arena Rakor dengan Pemda se Pulau Sumbawa

SUMBAWA—Festival Pesona Tambora (FPT) siap digelar kembali. Rencananya, gawe akbar di lereng Tambora ini akan digelar pada 1 — 11 April 2018. Sejumlah kegiatan akan dihelat Dinas Pariwisata (Dispar) NTB yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa. Beberapa even tersebut adalah Festival Mantar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Semalam Dalam Loka (Kabupaten Sumbawa), Fest in Fest Tambora (Kabupaten Dompu), Teka Tambora (Kabupaten Bima), dan Festival Lawata (Kota Bima).
Untuk menyiapkan even-even itu, Dispar NTB menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Persiapan FPT 2018 dengan Pemda kabupaten/kota se-Pulau Sumbawa, selama dua hari 12-13 Maret.

Hari pertama (12/3), Rakor berlangsung di Pendopo Kabupaten Dompu, yang  dihadiri oleh Bupati Dompu, H. Bambang M Yasin, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Dompu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima.
“Rakor ini penting dilakukan, mengingat salah satu item kegiatan yang akan dilaksanakan sebelum acara puncak, yaitu Lomba Lari Lintas Pulau Sumbawa, Challenge Tambora, yang akan menempuh jarak 320 Kilometer (320K). Dimana kegiatan akan di lepas dari Poto Tano (KSB), kemudian melintas di wilayah Kabupaten Sumbawa, hingga finish di Doro Ncanga ( Kabupaten Dompu),” kata Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal, dalam pemaparannya.
Tujuan awal digelarnya Festival Pesona Tambora lanjut Kadispar NTB, yang tahun ini telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan, yaitu untuk mengenalkan dan mempromosikan berbagai potensi kepariwisataan yang ada di Pulau Sumbawa.
“Itu mengapa seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumbawa ini kami libatkan untuk menyukseskan Festival Tambora 2018, dengan masing-masing daerah menggelar kegiatan. Sehingga manfaat dari berdatangannya tamu-tamu luar daerah mauoun luar negeri selama kegiatan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutur Faozal.
Yang membanggakan, meskipun even FPT ini baru memasuki tahun keempat penyelenggaraan, ternyata telah menjadi atensi dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Terbukti dari 100 even se Indonesia yang masuk dalam Calendar of Even Kemenpar RI, empat diantaranya dari NTB, dan salah satunya adalah Festival Pesona Tambora.
“Artinya, kegiatan FPT ini juga mendapatkan alokasi penganggaran maupun promosi gencar oleh Kemenpar RI. Dan tentu saja pelaksanaannya menjadi pantauan pemerintah pusat. Resikonya, kalau dinilai tidak berhasil, tentu menjadi bahan evaluasi tahun-tahun mendatang. Untuk itu, mari kita sukseskan FPT ini,” ujar Faozal.
Sementara Bupati Dompu, H. Bambang M Yasin, dalam arahannya menyampaikan kepada seluruh jajarannya untuk memeriahkan dan menyukseskan kegiatan FPT 2018. Mulai dari awal kegiatan, hingga puncaknya nanti yang akan berlangsung di Doro Ncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, pada 11 April mendatang.
“Seluruh Indonesia ini ada 287 kabupaten/kota, yang masing-masing daerah berusaha mencuri perhatian dari pemerintah pusat. Hebatnya, meskipun Festival Pesona Tambora ini baru memasuki penyelenggaraan tahun keempat, tetapi sudah mendapat pengakuan dan masuk dalam agenda kepariwisataan Kemenpar RI. Untuk itu, kami mewakili Pemkab Dompu, mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTB, dalam hal ini Dinas Pariwisata NTB, yang tak kenal lelah berjuang untuk menyukseskan Festival Pesona Tambora,” ucap Bambang.
“Kini, dalam persiapan pelaksanaan Festival Pesona Tambora 2018, menjadi tugas kita bersama-sama untuk kembali menyukseskannya. Sehingga tahun depan dan tahun-tahun mendatang,  Festival Pesona Tambora ini bisa selalu masuk dalam Calendar of Even Kemepar RI,” lanjut Bambang yang usai Rakor langsung menuju ke lokasi puncak pelaksanaan di Desa Doro Ncanga untuk mengecek lokasi.
Sedangkan Sekda Sumbawa, H. Rasyidi, pada pertemuan Rakor hari kedua yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Sumbawa, menyatakan pihaknya juga akan bekerja keras dan maksimal mensukseskan kegiatan Festival Pesona Tambora 2018.
Hanya saja, dari evaluasi kegiatan tahun sebelumnya lanjut Sekda, kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Sumbawa agar dikemas lebih menarik dan atraktif lagi, agar para wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Sumbawa.
“Kami tidak ingin kesan jeruk makan jeruk terdengar lagi. Kita yang menyelenggarakan, kita yang menghadiri, dan kita pula yang belanja berbagai produk yang dijual oleh masyarakat selama kegiatan. Kita maunya orang luar (wisatawan) itu yang banyak berkunjung ke Sumbawa, karena mereka tertarik dan memang ingin menyaksikan even yang kita gelar,” pinta Rasyidi.
Terkait salah satu kegiatan, Lomba Lari Lintas Pulau Sumbawa Challenge 320K. Mengingat kegiatan ini akan melintas di tiga daerah kabupaten di Pulau Sumbawa, Rasyidi juga berharap dilakukan persiapan lebih matang lagi.
“Paling tidak di titik-titik pemberhentian (check point) peserta lomba lari yang telah ditentukan itu ada suguhan kesenian maupun kuliner khas daerah. Misalnya di KSB, ya nanti Pemkab KSB yang akan mengenalkan kesenian da kulinernya. Begitu juga ketika peserta tiba di Sumbawa, kita juga akan suguhkan berbagai atraksi wisata yang bisa menjadi cerita indah para peserta maupun pendampingnya yang menyaksikan,” ulas Rasyidi.
Dari Rakor yang digelar, secara garis besar masing-masing daerah mengaku setuju dengan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan, baik rangkaian kegiatan, hingga puncak acara Festival Pesona Tambora 2018 . Hanya saja, soal kemasan dan tampilan kegiatan yang mungkin perlu disempurnakan lagi, sehingga dapat menjadi sebuah even pariwisata yang pantas dinanti-nantikan oleh para wisatawan setiap tahun.(*)

UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda

Tinggalkan Balasan

Top