You are here
Home > INTERNASIONAL > Geliat Penangkak Bangkitkan Budaya Gerabah

Geliat Penangkak Bangkitkan Budaya Gerabah

Penangkak Menggeliat, Dispar NTB Sambut Positif

Lotim – Geliat positif dunia pariwisata Lombok-Sumbawa mulai bangkitkan gairah para pengerajin gerabah Penangkak, Masbagek Timur, Lombok Timur. Seperti gayung bersambut, geliat positif kampung tradisional yang pernah dikenal dunia akan karya seni gerabah ini disamput baik Dinas Pariwisata NTB.

Dulu di era 90-an, dunia pariwisata pernah mengenal kampung tradisi yang memproduksi gerabah ini. Seperti halnya kampung tradisional serupa, Banyumulek, Lombok Barat, bisnis gerabah ini terjun bebas. Kedua kampung yang tadinya ramai dikunjungi wisatawan mulai ditinggalkan.  Nama  Penangkak dan Banyumulek sebagai centra kerajinan gerabah mulai hilang digerus zaman. Sampai akhirnya, girah dan semangat warganya tergugah kembali untuk menghidupkan karya dan kearifan lokal Penangkak ini muncul ke permukaan.

Sebagai langkah awal, Kamis (12/10), Dispar NTB memberikan bantuan bangunan ruang pamer hasil gerabah di samping kantor desa setempat. Terang saja, Kades Masbeg Timur dan masyarakat tempatan menyambut hangat program ini. ”Nantinya,ruang pamer ini akan menjadi showroom hasil kerajinan warga disini. Disini, wisatawan yang berkunjung dapat melihat aneka kerajinan gerabah karya warga Desa Masbagik Timur,” jelas  Muhammad  Fikri, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Masbagik Timur.

Dulu kenang Fikri, pada masa emas kerajinan gerabah sekitar 1980-1990-an , seorang pengepul gerabah bisa mengiriman gerabah ke berbagai negara. Omzetnya bisa mencapai Rp 300 juta sampai Rp 400 juta per bulan.

Sekarang kata dia, kerajinan gerabah Penakak ini seperti matisuri dan redup. Karena itu, warga Penangkak menyambut gembira bantuan Dispar NTB ini. ”Adanya ruang pamer ini akan memudahkan wisatawan yang hendak berminat atau sekedar melihat-lihat proses pembuatan gerabah khas Penakak,” kata Fikri bersemangat.

Sementara itu, Kepala Dispar NTB, HL Mohammad Faozal menyampaikan penghargaannya kepada masyarakat Desa Masbagik Timur, terutama Pokdarwis yang bersemangat membangkitkan masa kejayaan kerajinan gerabah desanya. Semangat itulah kata Faozal, melandasi dibangunnya ruang pamer ini. ”Semoga keberadaan bangunan ini bisa memicu kebangkitan gerakan kepariwisataan di Desa Masbagik Timu, dan Lombok Timur umumnya,” kata Faozal.

Selain menyerahkan bangunan ruang pamer kerajinan gerabah di Desa Masbagik Timur, Dispar NTB  memberikan tiga proyek dukungan kepada tiga Pokdarwis Lotim. Ketiga bantuan itu berupa serah terima pekerjaan jalan dan parkir di rumah adat Bale Beleq Sembalun kepada Pokdarwis Sembalun. Serah terima pekerjaan penataan obyek wisata Aiq Ganang Suralaga kepada Pokdarwis Suralaga. Dan yang tak kalah menariknya, penyerahan perangkat teknologi informasi (IT) kepada Lembaga Pemerhati Pariwisata Seni dan Budaya Desa Pringgasela.

”Yang paling penting, apa yang dibangun dan diserahkan ini berguna bagi masyarakat di daerahnya masing-masing. Diharapkan, upaya ini bisa membantu masyarakat setempat,” ungkap Faozal.

Secara terpisah, dalam sambutannya Kepala Dispar Lotim, H Mohamad Juhad menyebutkan, Lotim ini memiliki potensi wisata yang beragam. Sayangnya, semua itu belum dapat dikembangkan maksimal. Untuk itu sebutnya, pihaknya berharap dukungan dan bimbingan penuh dari Pemprov NTB.  ”Dengan demikian, banyak potensi yang bisa tergarap maksimal, untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Juhad.(*)

Apink Alkaff

 

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top