You are here
Home > ADVENTURE > GFNY, Lombok Menuju Road Bike Island

GFNY, Lombok Menuju Road Bike Island

International Gran Fondo New York (GFNY) Indonesia di Lombok sukses digelar. Sekitar 640 peserta 33 negara turun ambil bagian dalam seri marathon sepeda bergensi ini.

Dipilihnya Lombok menjadi tuan rumah GFNY memang sepatutnya disyukuri. Selain efektif mempromosikan obyek wisata Lombok, even ini membuka peluang Lombok menyandang gelar baru lainnya. New Road Bike Island.

TGH Zainul Majdi, Gubernur NTB dan Axel, GM GFNY, saat pelepasan peserta di Senggigi, Lombok, NTB.
TGH Zainul Majdi, Gubernur NTB dan Axel, GM GFNY, saat pelepasan peserta di Senggigi, Lombok, NTB.

Persiapan panjang telah dilakukan panitia hampir setahun terakhir. Rupanya, kerja keras ini berbuah manis.

Hal itu bisa dilihat dari kesiapan kegiatan dan antusiasme peserta. Tidak saja, peserta dari luar, ratusan pesepeda pro tanah air juga terlihat memenuhi arena pembukaan di Hotel Santosa Senggigi, Sabtu malam (01/10).

Gala diner pertama bagi para road bike di Lombok ini dihadiri Gubernur NTB, Sekda NTB, Kadis Budpar NTB, Ketua Umum PB ISSI, Kapolda NTB, Gubernur Jateng, dan CEO & President GFNY. “Lombok adalah pulau indah. Di sepanjang jalur, pemandangan alamnya sangat indah,’’ kata Uli Fluhme CEO dan co-founder GFNY malam itu.

Lidia Fluhme (istri CEO) juga mengakui hal yang sama. Menurutnya,  rute GFNY Indonesia di Lombok adalah yang terindah sepanjang gelaran GNFY di seluruh dunia,’’ sebut Lidia disela welcome dinner.

Gayung bersambut. ‘’Atas nama pemerintah dan warga NTB, kami menyampaikan terima kasih kepada GFNY yang memercayai Lombok menjadi tuan rumah,’’ kata Zainul Majdi selaku tuan rumah.

Pose bareng Gubernur Jateng,
Pose bareng Gubernur Jateng,

Pihak Kemenpar RI melalui program Wonderfull Indonesia dan Pesona Indonesia juga mendukung penuh even ini. ‘’Secara umum, even tidak ini tidak memerlukan biaya promosi yang terlalu besar. Karena para peserta datang dengan biaya sendiri,” terang Gayatri, Asisten Deputi Kementrian Pariwisata RI Bidang Pengembangan Pasar Personal.

Sejumlah atlet pro dunia yang hadir kali ini berasal dari Amerika, Kanada, Korea, China, Brunei, Malaysia, Singapore, Australia, Indonesia, New Zealand, Thailand, Norway, Denmark, Polandia, Jerman, England, Great Britain. Ada juga  Belanda, Prancis, Italy, Colombia, Mexico, Swedia, Finlandia, Costa Rica, Argentiana, Swiss, Aljazair, Skotlandia dan Chile.

Selain Zainul Majdi, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo adalah yang cukup mengundang perhatian. Ada juga Sekertaris Kabinet Pramono Anung, Duta Besar Norwegia Stig Traavik, Managing Director PT JIExpo Kemayoran Prajna Murdaya, dan Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari.

Ruang rapat disulap menjadi ruang tidur sepeda GFNY di Hotel Santosa, Senggigi, Lombok, NTB.
Ruang rapat disulap menjadi ruang tidur sepeda GFNY di Hotel Santosa, Senggigi, Lombok, NTB.

Untuk rute 180 kilometer, peserta bergerak melintas Kota Mataram – Bundaran Gerung – Lembar – Sekotong Bawah – Labuan Treng (Pos Pertama), Pantai Sepi – Buwun Mas – Desa Kabul – Batu Jangkih – Bendungan Penggeh – Jalan Bypass. Disana peserta belok kiri ke Ujung Landasan – Bunderan Jempong – Ampenan, Rembiga – Gunung Sari – Pusuk Pass- – Nipah – Malimbu, dan berakhir di Senggigi.

Untuk jarak 80 kilometer, peserta menempuh rute Senggigi – Kota Mataram – Pusuk Pass – Nipah – Malimbu dan Senggigi.

Setelah gelaran GFNY Indonesia ini, selanjutnya dalam World Series yakni GFNY Argentina, Cozumel Mexico, Colombia, Uruguay, Mexico City, Mount Ventoux Prancis. Puncaknya GFNY Championship di New York City Amerika. (*)

Apink Alkaff

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top