You are here
Home > LIFE STYLE > Hijab Runer Bakal Serbu Kota Tua Ampenan

Hijab Runer Bakal Serbu Kota Tua Ampenan

Mataram – Untuk kali pertama, olahraga dan aksi bersih-bersih digagas Dinas Pariwisata NTB, Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, dan KONI NTB. Sport tourism bertajuk Hijab Run bakal digelar 10 Desember 2017 mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal menargetkan 10 ribu peserta. Artinya, even ini digalang untuk memecahkan rekor MURI yang sebelumnya dipegang Kota Padang dengan 7.500 peserta. Bisa dipastikan, Kota tua Ampenan bakal diserbu hijab runer nasional.

Bahkan, Hijab Run 2017 ini kata Faozal akan dijadikan salah satu even sport tourism rutin yang identik dengan destinasi wisata halal. ‘’Nantinya, Hijab Run ini akan menjadi kalender tahunan promosikan pariwisata NTB sebagai destinasi wisata halal,” ungkap Faozal di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Rabu (15/11).

Dijelaskan Faozal, para peserta Hijab Run 2017 akan melintasi sepuluh perkampung di sekitar kota tua Ampenan dengan jarak tiga kilometer. Kota Tua Ampenan ini sambungnya, memiliki keunikan dan keragaman penduduk yang didiami berbagai suku. Antara lain suku Sasak, Banjar, keturunan Arab, serta Cina yang hidup rukun dan harmonis.

Selain berolahraga, para peserta akan membawa trash bag (kantong sampah) untuk memungut sampah di sepanjang jalur lintasan. Untuk itu, Faozal mengajak seluruh hijabers NTB maupun wisatawan untuk ikut serta memeriahkan acara ini.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB Husnanindiaty Nurdin mengaku optimistis angka 10 ribu peserta tersebut bakal tercapai. Karena jelasnya, ajang ini akan melibatkan komunitas hijab di sejumlah NTB, organisasi wanita, dan perwakilan Pemda, dan perwakilan pelajar dan mahasiswa dari 10 kota/kabupaten se-NTB. “Sejauh ini, animo peserta sudah sangat bagus. Saya pikir 10 ribu peserta akan tercapai, mungkin bisa lebih,” kata Husnanindiaty.(*)

Apink Alkaff

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top