You are here
Home > HUKUM > HPI NTB, Antara Profesi dan Ambisi

HPI NTB, Antara Profesi dan Ambisi

Pramuwisata mulai dianggap profesi. Profesi yang terus berkembang dan menuntut pengelolaan yang lebih profesional lagi. Jika Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) memang organisasi profesi, bukankah tidak sebaiknya HPI itu dipimpin  pramuwisata sejati? Atau dipimpin oleh profesional yang tidak ikut memperebutkan tulang yang sama dengan anggotanya? Alhasil, suksesi HPI kali ini akan diwarnai pertarungan dua profesi. Atau sekedar ambisi mencari keuntungan materi?

Terselip diantara bingar Festival Pesona Tambora dan gaduhnya sistem perekrutan ketua BPPD NTB, terdengar kabar suksesi tentang organisasi yang kian seksi ini. HPI NTB.
Dulu, HPI masih dipandang sebelah mata. Seiring pesatnya perkembangan dunia pariwisata, organisasi para guide ini mulai diminati. Tentu, ada kue manis yang di balik perkembangan HPI itu sendiri.

Ketua HPI NTB, Ainuddin SH. MH.

Ketua HPI NTB, DR H Ainuddin SH mengakui, HPI NTB dulunya dianggap barang rongsokan. Sekarang mulai diperebutkan dan diminati. Dan kini, salah satu pengacara senior NTB ini tengah dalam posisi mempertahankan tongkat komando HPI NTB.

Bagi Ainudin, pengacara adalah pilihan hidup, sedangkan menjadi ketua pramuwisata NTB adalah ladang pengabdian.

Karena berlatar belakang pengacara,
Ainuddin juga dianggap sukses mengembangkan dan mengawal HPI sampai lahirnya produk hukum Perda Wisata Syariah. Tak heran, Ainuddin dianggap masih sangat dibutuhkan mengawal perkembangan dan dinamika HPI itu sendiri. Baik, oleh HPI NTB maupun HPI Pusat. Maklum, pengacara dan dosen hukum ini masuk dalam pengurus bidnag HPI Pusat.

Bagi sebagian guide senior, sudah saatnya HPI NTB dipimpin oleh orang yang berprofesi sebagai pramuwisata. Sudah saatnya pula, HPI NTB dipimpin oleh guide-guide terbaik dan memahami lebih dalam tentang profesi guide itu sendiri.
Banyak, nama-nama guide senior NTB yang muncul ke permukaan menjelang suksesi ketua HPI. Salah satunya, Fahrurrozi Gaffar atau akrab disapa Ojik. Adalah guide kren Lombok yang pernah menyandang gelar guide terbaik Asia Tenggara. Segudang prestasi mengiring karirnya.

Fahrurrozi Gaffar, penyandang gelar Guide Terbaik Asia.

Di mata rekannya, Artha Lombok, Ojik disebut sebagai Si Fenomenal. “Hati tulus ikhlas membantu klien angkat koper. Tapi, Si Fenomenal ini pernah mengharumkan nama bangsa. Dialah si penomenal yg pernah dinobatkan sebagai TOUR GUIDE TERBAIK se Asean. Kami bangga kau ada di tengah-tengah kami dalam sehati,” ungkap Artha dalam akun pribadinya.
Dengan sederet prestasinya, Ojik disebut-sebut paling layak menggantikan Ainudin dalam menahkodai HPI NTB.
Apapun itu, HPI NTB saat ini tengah di masa jelang take off. Syukutnya para anggota maupun calon ketua masih dalan koridor satu hati. Seperti Jean Houston, A PASSION FOR THE POSSIBLE yang dipostingan Fharurrozi Gaffar di dinding sosmed pribadinya.
“ONE HEART for HPI
Aku tidak tertarik siapa dirimu, atau bagaimana kau tiba di sini Aku ingin tahu apakah kau mau berdiri di tengah api bersamaku dan tak mundur teratur.
Aku tidak tertarik di mana atau dengan siapa engkau belajar. Aku ingin tahu apakah yang menjagamu dari dalam,saat segala hal berjatuhan.
Aku ingin tahu apakah kau bisa sendirian bersama dirimu, dan apakah kau benar benar menyukai temanmu di saat saat hampa”.(*)

apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com

Tinggalkan Balasan

Top