You are here
Home > INTERNASIONAL > Ini Tentang Bunga Api dan Semangat Memberi

Ini Tentang Bunga Api dan Semangat Memberi

Ada sejumlah kontroversi berkaitan dengan nama populer flamboyan. Sebagian menyebut dengan istilah mohr (artinya merak) dan gul (artinya bunga). Secara harfiah, maknanya mendekati peacock flower (bunga merak) atau di Indonesia dikenal juga dengan sebutan jingoh. Meski sama-sama cemerlang dengan warna bunga merah dan jingga, flamboyan jelas berbeda dengan bunga merak.

Orang India menyebutnya dengan nama gulmohar. Nama etnik lainnya adalah sunkervara, mayarum, atau shima sankesula. Namun, di antara nama-nama yang diberikan, yang paling dikenal adalah nama yang berasal dari bahasa Prancis, fleur de paradis dan flamboyant.

Nama inilah yang kemudian diadopsi oleh masyarakat kita di Indonesia dan beberapa masayrakat timur menyebutnya dengan Bungga Api.

Sedangkan nama botani Royal Poinciana diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa Gubernur Antilles, M. de Poinci, yang pada abad ke-17 untuk pertama kalinya membawa tanaman flamboyan dari habitat aslinya yang liar di hutan Malagasy Barat, Madagaskar, untuk kemudian didomestikasi dan disebarluaskan ke berbagai belahan dunia. Berkat jasa Poinci pula, bunga flamboyan yang semula dianggap angker itu bisa dinikmati keindahan oleh masyarakat, termasuk kita di Indonesia.

Flamboyan merupakan tanaman berbunga yang tumbuh di kawasan tropis dan subtropis. Tanaman ini cukup toleran di daerah kering dan kondisi air yang asin. Di daerah dengan kondisi kemarau panjang, daun flamboyan tumbuh hampir sepanjang musim. Namun, di daerah lain, flamboyan malah menggugurkan daun-daunnya seperti terjadi di Suriname dan sebagian Indonesia.

Musim berbunganya berbeda antara satu tempat atau negara dengan tempat atau negara lain. Jika di Indonesia bunga flamboyan mekar pada Oktober-Desember, di India bunganya mekar pada periode April-Juni.

Selain tampak indah sebagai tanaman hias, flamboyan juga memainkan fungsi lain yang tak kalah pentingnya, sebagai pohon peneduh. Bagi penduduk yang menghuni kawasan tropis, kehadiran flamboyan dengan daun-daunnya yang rimbun menjadi anugerah tersendiri. Orang-orang yang berada di bawah rindangnya pohon flamboyan bukan saja terhindar dari sengatan sinar matahari yang terik, tapi juga bisa menikmati kesegaran udara (oksigen) yang dihasilkan oleh daunnya yang rimbun.

Juga tumbuh di Australia. Di Amerika Serikat juga bisa ditemui meski di kawasan yang terbatas seperti di Florida, Rio Grande Valley sebelah selatan Texas, dataran rendah Arizona dan California, Hawaii, Pulau Virgin. Flamboyan juga tumbuh secara luas di Karibia, Puerto Rico, dan Kepulauan Guam. Di Kepulauan Mariana Utara, flamboyan merupakan pohon resmi negara.

Di Kepulauan Karibia biji flamboyan digunakan sebagai instrumen perkusi yang dikenal dengan sebutan the shak-shak atau maraca. Status tanaman ini termasuk yang dilindungi.

Mandat Bumi Sejuta Flamboyan :

  • Lombok Utara Bumi Sejuta Flamboyan; Sebagai Manipestasi Mewujudkan icon baru Lombok Utara.
  • Lombok Utara Bumi Sejuta Flamboyan; Sebagai Aplikasi membangun mental kesadaran pentingnya menanam dan menjaga pohon sebagai kesadaran yang utuh.
  • Lombok Utara Bumi Sejuta Flamboyan; sebagai generator, menghidupkan inisiasi keterlibatan masyarakat. Pihak suasta dan instasi lintas sektor untuk membangun keteraturan penanaman pohon berbasis partisifasi dan blocking.
  • Lombok Utara Bumi Sejuta Flamboyan; Sebagai media penumbuhan mental berkesadaran,  pentingnya nilai penanaman, untuk menjaga, hutan, elevasi ruang kota.
  • Lombok Utara Bumi Sejuta Flamboyan; Sebagai upaya menciptakan ketangguhan masyarakat dengan membangun ruang pariwisata baru dengan program yang berkait berbasis Daulat Pohon.
  • Lombok Utara Bumi Sejuta Flamboyan; Sebagai  cara memberikan ruang kreatif dalam upaya  bina lingkungan, bina wisata, bina bencana, dan bina usaha.
  • Terbuka ruang safari baru bagi masayarakat Kabupaten Lombok Utara.

Totalitas keterbangunan tidak hanya memberi ruang pada megahnya sarana fisik, tapi semua hal yang mendukung majunya sebuah daerah harus terbangun secara bersama – sama karena seperti itulah sejatinya konsep pembangunan.

Begitu halnya dengan Lombok Utara yang sepertinya adalah daerah yang terbentuk dari penggalan surga karena kesuburan serta keindahannya. Kita bisa menanam benih kesejahteraan apapun di Gumi Faer Daya Lombok Utara namun epertinya kita belum pandai membuatnya seperti itu.

Meyakini Lombok Utara sebagai sebuah kabupaten yang memliki potensi Sumber daya manusia dan Alam yang begitu kuat maka sudah seharusnya konsep–konsep keterbangunan logikanya harus terfasilitasi dengan arif dan bijak

Akhirnya, kami meyakini keinginan realistis ini akan menjadi target dan prioritas yang harus segera diusahakan keterbangunannya. Karena ini tentang bunga api dan semangat memberi.

‘’Salam Lestari’’

Oleh: D. Pramoehardi

Editor: Apink Alkaff

Top