You are here
Home > ADVENTURE > Kalpa Saga, Sadiiis: Ekstra Kurikuler ini Paling Diminati

Kalpa Saga, Sadiiis: Ekstra Kurikuler ini Paling Diminati

MATARAM – Kelompok Pecinta Alam SMAN 3 Mataram (Kalpa Saga) terlahir kembali (reborn). Setelah bertransformasi dari Kalpa Smanda menjadi Kalpa Saga, salah satu organisasi intra sekolah SMAN 3 Mataram ini menjadi ekstra kurikuler yang paling diminati.

Calon anggota baru Kalpa Saga
Calon anggota baru Kalpa Saga

Kalpa Saga, Sadiiiis! Ungkapan ini memang pantas diberikan untuk seluruh anggota Kalpa Saga. Membludaknya calon anggota baru Kalpa Saga ini tak ayal menimbulkan decak kagum banyak pihak. Tak terkecuali dari organisasi-organisasi intra sekolah lainnya.

Pasalnya, calon anggota baru Kalpa Saga tahun ini melebihi rekor rekrutmen anggota sebelumnya. Tercatat 135 calon anggota baru sudah mendaftarkan diri dan ikut sesi ruangan Selasa (26/7). Sementara organisasi ekstra kurikuler lain rata-rata kebagian peserta sekitar 30 orang.

‘’Kami senang, bangga, sekaligus terkejut dengan tingginya minat siswa untuk bergabung dalam  keluarga besar Kalpa Saga,’’ kata Dias Haikal Maulana, Ketua Kalpa Saga, usai penyampaian materi history (sejarah) Kalpa di SMAN 3 Mataram kemarin.

Pengurus aktif Kalpa Saga
Pengurus aktif Kalpa Saga

Sejarah mencatat, Kalpa Saga merupakan satu-satunya organisasi pecinta alam di NTB yang perkembangannya cukup dinamis. Dulunya, organisasi pecinta SMAN 2 Mataram ini bernama Smanda Pala yang kemudian berubah menjadi Kalpa Smanda.

Di era 90-an, SMAN 2 Mataram berubah menjadi SMAN 3 Mataram. Seiring perubahan nama SMAN 2 Mataram menjadi SMAN  3 Mataram, Kalpa Smanda pun bertranspormasi dan terlahir kembali dengan nama Kalpa Saga.

Perubahan nama Kalpa Smanda menjadi juga bukan tanpa alasan. SMA Negeri 3 Mataram yg dahulunya bernama SMA 2 Mataram dinilai lebih tepat untuk merevolusi nama organisasi ini.

Bukannya tidak adanya perdebatan ketika pergantian nama dipilih. Adanya pro dan kontra sesama anggota kata Haikal, adalah hal yang lumrah terjadi dalam satu organisasi. Tak lain, langkah ini diambil untuk Kalpa yang ini lebih baik di kemudian hari.

Pengurus Kalpa Saga di sela pengenalan alat mountainering di halaman SMAN 3 Mataram.
Pengurus Kalpa Saga di sela pengenalan alat mountainering di halaman SMAN 3 Mataram.

“Tidak ada yang berubah, semua tetap sama. Roh dari Kalpa Smanda tetap ada pada jiwa Kalpa Saga,’’ ungkap siswa kelas 11 IPS 2 ii. Dan terbukti, pergantian nama ini memiliki magnet kuat dalam rekrutmen anggota baru tahun ini.

Memang, perubahan nama Kalpa Smanda menjadi Kalpa Saga sempat menimbulkan perdebatan serius di kalangan alumni Kalpa. ‘’Syukurnya, dinamika dan perubahan nama itu berdampak positif dan memberikan energi baru bagi perkembangan Kalpa Saga,’’ tambah Dedi Aryo, salah seorang alumni Kalpa saat menyampaikan materi history Kalpa di hadapan ratusan pengurus maupun calon anggota Kalpa Saga.

Intinya ujar Aryo, perubahan nama Kalpa Smanda menjadi Kalpa Saga memberikan semangat baru bagi pengurus, calon anggota, maupun dewan alumni Kalpa Saga.

Penyampaian materi sejarah Kalpa Saga oleh Dedy Aryo dan jurnalistik lingkungan oleh Apink Alkaff di SMAN 3 Mataram.
Penyampaian materi sejarah Kalpa Saga oleh Dedy Aryo dan jurnalistik lingkungan oleh Apink Alkaff di SMAN 3 Mataram.

Ratusan calon peserta dan pengurus Kalpa Saga juga mendapat materi tambahan dari Apink Alkaff, alumni Kalpa Saga yang lain. Hanya saja, penulis di utarakita.com ini lebih banyak membahas sejarah kepecintalaman di NTB secara umum. Mulai dari sejarah dan dinamika pecinta alam di tingkat SMA sampai perkembangan dunia kepecintalaman di tingkat perguruan tinggi.

Selain materi sejarah kepecintaalaman, Apink lebih banyak membahas soal perkembangan teknologi dalam kaitannya dengan jurnalistik lingkungan. Maklum kata Apink, siswa pecinta alam sebagai pelaku maupun netizen harus mampu merespon dan memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Tingginya, minat siswa untuk bergabung dalam keluarga besar Kalpa Saga ini uja Apink, tidak lepas dari perkembangan dunia informatika itu sendiri. ‘’Sekarang zaman digital dan serba cyber. Jika kita mampu memanfaatkan perkebembangan teknologi informasi dengan cara bijak dan elegan, Kalpa Sa; ga akan menjadi organisasi besar. Bahkan, akan lebih besar dari pendahulunya, Kalpa Smanda,’’ tandasnya. (*)

Penulis : Chigog

editor : Apink Alkaff

UTARAKITA
UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda
Top