You are here
Home > ADVENTURE > Kreen, Kejuaraan Paragliding Terbesar akan Digelar di Lombok

Kreen, Kejuaraan Paragliding Terbesar akan Digelar di Lombok

Mataram – Nantikan, kejuaraan paragliding (paralayang) terbesar dunia akan digelar di kawasan wisata Are Guling, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 4 – 8 Agustus 2016 mendatang. Even bergengsi bertajuk Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2016 akan diikuti sedikitnya 147 peserta dari 20 negara.

Hebatnya, dari seluruh tempat (site) paralayang dunia yang diajukan sebagai tuan rumah PGAWC 2016 ini, lokasi di Are Guling, Lombok Tengah inilah yang dipilih komunitas paralayang dunia. ‘’Kita patut bangga bisa menjadi tuan rumah even PGAWC kelas dunia yang cukup bergengsi ini. Even ini akan menjadi media strategis mempromosikan pariwisata Lombok Sumbawa,’’ kata Danlanud Rembiga sekaligus Ketua Federasi Aero Sport Indonesia, Kol Pnb Bambang Gunarto ST dalam jumpa pers di arena pekan Pesona Ramadhan Lombok Sumbawa di Taman Budaya Mataram, Kamis (23/6).

Press Converence PGWAC 2016 di Taman Budaya Mataram.
Press Converence PGWAC 2016 di Taman Budaya Mataram.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB HL Muhammad Faozal menyatakan dukungan penuh atas even kelas dunia ini. Meurut dia, even-even olahraga seperti ini merupakan salah satu langkah yang sangat bagus untuk mendatangkan wisatawan luar negeri. ‘’Kami yakin, even ini akan berdampak bagus bagi pariwisata Lombok Sumbawa di kemudian hari,’’ kata Faozal yang menjanjikan akan memberikan bonus wisata kota (city tour) kepada para peserta PGAWC 2016.

Di tempat yang sama, penggiat paralayan NTB, Nanang Wirawan menjelaskan, even ini tidak saja pertama kali digelar di Lombok Sumbawa. Namun, even ini merupakan kejuaraan paralayang terbesar dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah,’’ jelas Nanang yang juga salah satu pilot paralayang NTB.

Sebanyak 147 peserta yang sudah mendaftarkan diri jelas Nanang, berasal dari China, Serbia, Singapura, Thailand, Taipei, India, Jepang, Korea, Malaysia, Nepal, Pakistan, Philipina, Slovenia, USA, Cekoslavakia, dan Saudi Arabia. Even ini sambungnya, menjadi kejuaraan paragliding terbesar dunia karena didalamnya ada World Cup, Asian Cup, dan Kejurnas.

‘’Atas permintaan Saudi Arabia, even ini akan menjadi bagian dari sosialisasi paralayang agar masuk kejuaraan Asean Games 2018 mendatang,’’ beber Nanang penuh semangat.

Kenapa Lombok yang dipilih?Menurut Nanang, olahraga yang satu ini sangat tergantung dari kecepatan angin dan suhu. ‘’Selain kawasan wisata di Lombok memiliki kecepatan angin yang tepat, keindahan alam Lombok yang tengah naik daun juga menjadi salah satu alasan  kita dipilih sebagai tuan rumah,’’ jelas Nanang.

Lucunya, di NTB sendiri, olahraga ini belum terdaftar di KONI. Kendati demikian, untuk kedepan FASI NTB berharap bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah NTB. (*)

Apink Alkaff

 

 

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top