You are here
Home > EKONOMI BISNIS > Pameran Buku Islami Ramaikan Pesona khasanah Ramadhan

Pameran Buku Islami Ramaikan Pesona khasanah Ramadhan

MATARAM — Pameran buku Islami adalah salah satu kegiatan Pesona Khasanah Ramadhan 2017 yang selalu ramai pengunjung. Sedikitnya 12 penerbit ikut ambil bagian memamerkan karyanya. Mulai dari buku anak-anak, buka agama, novel, dan buku-buku referensi lainnya.

Pemeran buku di Islamic Center

Terdapat juga buku-buku terbitan Republika Penerbit, Penerbit Agro, dan Penerbit Diva yang bisa didapatkan pengunjung dengan potongan harga bervariasi selama bulan ramadhan. Rencananya, penulis Habiburrahman El Shirazy akan membedah novel terbarunya Bidadari Bermata Bening dalam pameran buku Islami.

Sejak digelar awal puasa lalu, animo masyarakat NTB untuk membeli buku atau sekedar melihat-lihat tampak cukup tingggi. “Pameran buku Islami ini diharapkan mampu mendorong minat budaya baca para generasi muda di NTB. Terlebih, di era modrti ini, generasi muda cenderung lebih dekat dengan gawai,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal di Islami Center Mataram, (6/6).

Dengan adanya pameran buku seperti ini jelas faozal, diharapkan mampu membuka mata anak-anak muda di NTB untuk lebih dekat dengan buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Buku-buku Islami juga menjadi jendela dunia bagi para generasi muda untuk lebih mengenal tentang dunia Islam.

Pameran buku di Islamic Center Mataram

“Pameran buku berkaitan dengan budaya baca. Pameran buku seperti ini diharapkan bisa mendorong budaya baca anak-anak muda di NTB,” ujar Faozal.
Menurut dia, banyak generasi muda saat ini yang kurang bijak dalam mengakses informasi dan kegemaran membaca buku. Kebanyakan dari mereka cenderung lebih akrab dengan media sosial. Sementara buku sendiri seakan menjadi urutan kesekian untuk dibaca,” ungkapnya.
Menurut Faozal, banyak dari anak muda yang lebih erat menggenggam gawai sehingga kerapkali mengabaikan buku. Hal ini merupakan upaya Pemprov NTB untuk mengajak anak-anak muda untuk lebih dekat dengan buku. (*)

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top