You are here
Home > EKONOMI BISNIS > Pariwisata Lombok Sumbawa, Bidik Pangsa Makasar

Pariwisata Lombok Sumbawa, Bidik Pangsa Makasar

Mataram – Setelah Bandung, pemangku kebijakan dan pelaku wisata Lombok-Sumbawa membidik pangsa Makasar, Sulawesi Selatan. Rencananya, ikhtiar promosi langsung ini akan dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB bersama dinas pariwisata kabupaten/kota se-NTB selama dua hari di Ujung Pandang, 28-29 Mei 2016.

Kenapa Makasar? Menurut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan NTB, L Muhammad Faozal, karena Makasar merupakan pangsa pasar yang sangat potensial. Di samping itu, karena ada dua penerbangan langsung Makasar – Lombok. ‘’Yang paling penting, karena Makasar merupakan gerbang sekaligus kota hub (singgah) semua penerbangan di Indonesia timur,’’ ungkap Faozal dalam press conference di kantornya, Rabu (25/5).

Pasar Makasar juga diyakini sangat potensial lantaran salah satu kota bandar terbesar di Indonesia ini memiliki karakteristik daerah wisata yang berbeda dengan NTB. Artinya, banyak jenis obyek wisata di Lombok yang tidak dimiliki daerah Sulawesi Selatan ini.

Di samping itu lanjut Faozal, ada ikatan emosional antara masyarakat Makasar dengan masyarakat NTB. Terutama, masyarakat Sumbawa dan Bima. ‘’Selain untuk menjaring wisatawan, direct promotion ini dilakukan untuk menjaring investor dari Ujung Pandang,’’ ungkap Faozal.

Ada empat kegiatan yang nantinya digelar selama kunjungan promosi langsung ini. Yakni, table top para seller NTB dengan para buyer di Hotel Arya Duta, Ujung Pandang. Rencananya, 38 seller dari NTB dan 75 buyer dari Makasar akan hadir dalam table top ini.

Pada saat bersamaan, rombongan NTB ini juga akan mengikuti pameran ekonomi kreatif selama dua hari (28-29 Mei) di Trans Mall Makasar. Di sini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB akan membuka stand untuk mengenalkan pariwisata NTB. ‘’Sasaran pameran ekonomi kreatif di tempat cukup bergengsi ini memang untuk masyarakat menengah keatas,’’ Faozal yang didampingi Ketua PHRI NTB Gusti Lanang, Ketua INCA Nur Haedin, dan Sekertaris BPPD NTB HL Afandi.

Selain itu, rombongan NTB juga akan mengikuti parade seni budaya saat car free day di kawasan Pantai Losari, Ujung Pandang. ‘’Kami optimis, bisa melakukan transaksi di atas Rp 3 miliar,’’ tambah Edo, sapaan akrab Nur Haedin.

Gusti Lanang juga optimis, promosi langsung ke Makasar ini akan berbuah manis. Pasalnya kata Lanang, sebagian besar karakteristik potensi wisata di Lombok dan Sumbawa tidak ada di Makasar. Selain itu, jarak antara satu daerah wisata dan yang lain dekat-dekat. ‘’’Di Sulawesi Selatan lebih banyak city hotel dan sangat jarang resort. Kita punya berbagai jenis city dan resort yang keren dan unik,’’ ungkapnya.

Lanang juga sangat yakin, upaya promosi langsung ini akan sanggup menggaet para investor dari Ujung Pandang. Karena saat ini saja, ada empat hotel yang pemiliknya dari Makasar. ‘’Rencananya, direct promotion ini akan dilakukan di lima kota,’’ tambah Sekertaris Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB, Afandi. (*)

Apink Alkaff

 

 

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top