You are here
Home > NASIONAL > Penutupan BBLS, Awal Dibukanya Festival Pesona Senggigi

Penutupan BBLS, Awal Dibukanya Festival Pesona Senggigi

SENGGIGI – Penutupan Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) sekaligus pembukaan Festival Pesona Senggigi (FPS) berlangsung meriah di pantai Senggigi, Jumat malam (16/9). Besar harapan, di masa mendatang kedua even rutin tahunan ini bisa menjadi gelaran seni dan budaya terbesar di Lombok Sumbawa.

Bisa dibilang, penutupan even sekaligus pembukaan even wisata lain seperti ini juga baru kali pertama diadakan di NTB. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, HL Muhamad Faozal menjelaskan, BBLS 2016 ini digelar tersebar di seluruh pelosok NTB. Mulai dari Kabupaten Bima sampai Lombok Utara.

‘’Sedikitnya ada 28 even yang digelar selama BBLS 2016 ini. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan sukses’’ ungkap Faozal dalam laporannya di hadapan Wakil Gubernur NTB, HM Amin, Bupati Lobar Faozan Khalid, dan Bupati Lombok Utara H Najmul Ahyar, para GM hotel se-Lombok, serta ratusan tamu undangan lain.

Terkait Festival Pesona Senggigi, Faozal menyebutkan, fasilitas tourism di Senggigi ini adalah yang terlengkap di NTB. Faozal berharap, Festival Pesona Senggigi ini bisa menjadi salah satu upaya bersama menjadikan Senggigi sebagai daerah tujuan utama pariwisata di Lombok.

‘’Malam hari ini, tingkat hunian rata-rata di kawasan Senggigi ini 80 persen. Bahkan, Hotel Santosa, Hotel Kila, dan beberapa hotel lain tingkat huniannya 100 persen,’’ ujar Faozal.

Ada perbedaan mendasar antara Festival Senggigi (FP) dengan Festival Pesona Senggigi kali ini. Jika tahun-tahun sebelumnya FP terkesan hanya berupa parade budaya yang monoton dan bikin macet jalanan, kali ini FPS disebar di tiga titik keramaian. Lengkap dengan aneka atraksi budaya dan pertandingan voli pantai yang dipusatnya di  pantai depan Hotel Santosa Senggigi.

Di tempat yang sama, Bupati Lobar selaku tuan rumah menaruh harapan tinggi akan gelaran tahunan ini. Dalam pidato singkatnya, Faozan juga menyampaikan, bahwa kabupaten Lobar yang dipimpinnnya mendapatkan satu penghargaan baru dalam dunia pariwisata. Yakni, penghargaan Sustainable Tourism Observatorium (STO) internasional bersama daerah wisata di dua negara lain. ‘’Penghargaan baru ini menjadi salah satu kebanggaan kami dan memberikan semangat baru bagi kami dalam memajukan dan mengembangkan sektor pariwisata Lombok Barat,’’ ungkap bupati asal Kecamatan Batu Layar ini.

Harapan yang tak kalah besarnya juga disampaikan Wakil Gubernur NTB., HM Amin. Ia berharap, pariwisata menjadi sektor yang paling besar memberikan kontribusi untuk daerah. ‘’Sektor pariwisata ini akan menggerakkan sektor-sektor lain. Kita berharap, sektor pariwisata ini memberikan sumbangan pendapatan terbesar bagi NTB,’’ kata Amin.

Untuk itu, Amin meminta Kadis Kebudayaan Pariwisata NTB  menjalin komunikasi dan kerjasama dengan kepala dinas terkait di daerah. Terutama kepala dinas pariwisata di pulau Sumbawa. ‘’Jangan sampai, ada kesenjangan dan kecemburuan sosial antara kabupaten yang ada di Lombok dengan di Sumbawa,’’ terang Amin seraya membuka Festival Pesona Senggigi 2016 yang diiringi penabuhan puluhan gendang beleq. (*)

Apink Alkaff

 

 

UTARAKITA
UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda
Top