You are here
Home > ADVENTURE > Ratusan Pendaki Rayakan Kemerdekaan di Rinjani

Ratusan Pendaki Rayakan Kemerdekaan di Rinjani

Mataram – Ratusan pendaki nusantara yang tergabung dalam program Tapak Rinjani IX merayakan kemerdekaan 17 Agustus di Danau Segara Anak, Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menariknya, sebagian besar peserta Tapak Rinjani IX ini berasal dari Sulawesi. Sebanyak empat tim dari Palu, dan tiga tim lainnya dari Makasar.

Selain pendaki Sulawesi, program rutin dua tahun sekali Mapala FE Unram ini diikuti pendaki nusantara lainnya. Antara lain dari Batam, Bengkulu, Padang, Palangkaraya, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta, Purwodadi, Sidoarjo, Malang, Jember,  dan pendaki Lombok.

Upacara bendera 17 Agustus 2016 di Danau Segara Anak, Rinjani. (photo: ist)
Upacara bendera 17 Agustus 2016 di Danau Segara Anak, Rinjani. (photo: ist)

Total jumlah peserta dalam program bersih-bersih gunung Rinjani ini sebanyak 29 tim. Setiap tim beranggotakan empat orang. Itu belum termasuk pendaki perorangan yang ikut dalam rombongan Tapak Rinjani. ‘’Total jumlah pendaki yang ikut dalam Tapak Rinjani sembilan ini sebanyak 120 orang,’’ jelas Ketua Mapala FE Unram, Bahrul Ilmi, Rabu (19/8/2016).

Nantinya kata Bahrul, peserta Tapak Rinjani Mapala FE Unram ini akan mengikuti serangkaian mata lomba dengan total hadiah Rp 39 juta. Mulai dari lintas gunung, bersih gunung, kebut gunung, lomba masak di Danau Segara Anak, dan lomba fotografi.

Di etape pertama (Sembalun-Pos II Tengengean) 14 Agustus, peserta mengikuti lomba lintas gunung yang penilaiannya berdasarkan ketepatan waktu. Sedangkan dari pos II Tengengean sampai Pelawangan Sembalun, 15 Agustus, peserta mengikuti lomba kebut gunung. Untuk lomba kebut gunung ini, panitia menilai kecepatan dan kekompakan peserta.

Pada 16 Agustus dini hari terang Bahrul, peserta melanjutkan perjalanan menuju puncak Rinjani, 3.736 meter diatas permukaan laut.

Selanjutnya seluruh peserta turun ke Danau Segara Anak untuk mengikuti upacara bendera 17 Agustus. ‘’Setelah upacara bendera, peserta Tapak Rinjani mengikuti lomba memasak ala gunung,’’ ujarnya.

Keesokan harinya, 18 Agustus, peserta kembali mengikuti lomba kebut gunung dari Danau Segara Anak sampai finish di Desa Senaru, Lombok Utara. Untuk bisa memenangkan lomba lintas gunung dan kebut gunung, setiap tim diwajibkan membawa turun sampah minimal 10 kilogram.

‘’Di Tapak Rinjani VIII sebelumnya, tim pemenang membawa sampah turun sebenyak 65 kilogram. Rata-rata, semua peserta membawa sampah lebih dari 15 kilogram,’’ terang mahasiswa semester tujuh Fakultas Ekonomi Unram ini.

Lebih jauh dijelaskan Bahrul, program yang digelar sejak 1992 ini ditargetkan mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan domestik maupun asing ke NTB. Juga sebagai upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang selangkah lagi masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark. Dan yang paling penting kata Bahrul, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pendaki dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Biasanya, selain peserta Tapak Rinjani, upacara bendera rutin 17 Agustus di Danau Segara Anak ini juga diikuti ratusan pendaki domestik yang memang datang untuk mengikuti upacara bendera hari kemerdekaan. Tidak itu saja, sebagian besar pegawai Balai Taman Nasional Gunung Rinjani juga hadir mengikuti upacara bendera HUT RI ke-71 di Danau Segara Anak ini.

Sementara itu, kehadiran pendaki nusantara untuk bersih-bersih gunung ini mendapat respon positif dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, HL Muhammad Faozal. Menurut dia, even ini sangat bagus untuk mempromosikan wisata gunung Rinjani dan wisata Lombok Sumbawa lainnya.

Even rutin ini juga kata Faozal, merupakan kontribusi nyata generasi muda dalam melestarikan kawasan Rinjani. Dan yang tidak kalah pentingnya, Tapak Rinjani ini diharapkan bisa meningkatkan rasa  nasionalisme generasi muda,  khususnya di kalangan pecinta alam. ‘’Kami sangat mendukung kegiatan pelestarian lingkungan seperti ini. Kami berharap, seluruh peserta Tapak Rinjani bisa menjadi duta-duta Rinjani yang mempromosikan pariwisata Lombok Sumbawa di daerah asalnya,’’ ungkap Faozal.

Berikut para pemenang Tapak Rinjani IX

Juara Lomba Bersih Gunung :
1. ORPLAS  asal Lombok Timur (97 kg)
2 MAHUPALA UNIB asal Bengkulu (52 kg)
3.JALAWIRA JAYA asal Surabaya (42kg)

Juara Lomba Lintas Gunung :
1. JALAWIRA JAYA asala Surabaya
2. MAHUPALA UNIB asal Bengkulu
3. MAPA TECHNO asal Palu

Juara Lomba Kebut Gunung :
1. JALAWIRA JAYA asal Surabaya
2. BAWAKARAENG asal Makasar
3. TAKAMA asal Purwodadi

Juara Lomba Fotography

1. HCK asal Kalimantan
2. MAHUPALA UNIB asal Bengkulu
3. KALPATARU asal Purwodadi

Juara Favorite

PANDAPA asal Jakarta

Total jumlah sampah yang berhasil dibawa turun 450 kg(*)

Apink Alkaff

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top