You are here
Home > ADVENTURE > Ribuan Netizen dan Rinjani Lombok Geopark Protes Keras

Ribuan Netizen dan Rinjani Lombok Geopark Protes Keras

”Bongkar plangnya, pidanakan orangnya”

Mataram – Ribuan netizen rame-rame membully pamasangan plang besi berlabel Balai Taman Nasional Gunung Rinjani di Danau Segara Anak Rinjani, Lombok.  Bahkan, branding konyol dan norak ini sudah melahirkan petisi yang langsung meminta Presiden RI Joko Widodo segera membongkar plang tidak ramah lingkungan tersebut.

Pemasangan plang besi di Danau Segara Anak yang dibully netizen.
Pemasangan plang besi di Danau Segara Anak yang dibully netizen.

Tidak itu saja, sejumlah pihak juga sudah melayangkan notaprotes ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas pemasangan plang berbahan logam dan memalukan ini. Bahkan, sejumlah netizen juga menyarankan aparat penegak hukum dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan mengusut tuntas proyek yang dinilai ngawur dan sia-sia ini.

Beberapa netizen pun meminta agar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani ini segera dimutasi dan angkat kaki dari kawasan Rinjani, Lombok.  Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Agus Budi, Kepala BTNGR belum bisa dikonfirmasi. ‘’Ini memang idenya Kepala BTNGR yang baru ini. Dia ambisius sekali,’’ kata salah seorang staf BTNGR yang minta namanya tidak disebutkan.

Sementara itu, Direktur Rinjani Lombok Geopark, Chairul Mahsul yang dimintai komentarnya juga mengaku sangat kaget mengetahui ada pemasangan penanda Segara Anak Lake dengan huruf besar dari bahan logam tersebut. ‘’Saya kemudian melihat diujungnya ada logo Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta logo Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Saya atas nama Rinjani Lombok Geopark memprotes keras pemasangan material logam yang tidak sesuai dengan konsep pengembangan dan pengelolaan Geopark Rinjani yang harus memenuhi kaidah konservasi dan menjaga kelestarian alam,’’ ungkap mantan Kepala Bappeda NTB yang akrab disapa CM ini.

Chairul Mahsul (baju putih) bersama mantan Kadis Kehutanan NTB, Andi Pramaria, Kadis Kebudayaan, Pariwisata HL Muhammad Faozal dan Kadsi Pertambangan NTB M Husni saat menerima tim assesor Rinjani Geopark belum lama ini.
Chairul Mahsul (baju putih) bersama mantan Kadis Kehutanan NTB, Andi Pramaria, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata  NTB, HL Muhammad Faozal, dan Kadis Pertambangan NTB, HM Husni, saat menerima tim assesor Rinjani Geopark belum lama ini.

CM menilai ini merupakan salah satu bentuk vandalisme sistematis.  ‘’Inilah akibatnya jika sebelum merencanakan sesuatu tanpa melibatkan dan mendengar pemangku amanah lainnya,’’ tegasnya.

Tentu sambung CM, pihaknya sangat memahami bahwa area itu adalah otoritas Balai TNGR. Tetapi, tidaklah kemudian berarti bahwa Balai TNGR bisa berjalan sendirian tanpa pihak lain. ‘’Gunung Rinjani itu milik bersama, lakukanlah kegiatan yang sesuai dengan kaidah tepat dan manfaatnya berkelanjutan. Saya minta pemasangan plang itu dihentikan, dibongkar, dan dipulihkan kondisinya seperti semula,’’ tegas CM dengan nada kesal.

Sepertinya halnya CM, sebagian besar netizen juga menyarankan agar plang tersebut segera dibongkar dan segera dibawa turun.

Secara terpisah, mantan Kepala Dinas Kehutanan NTB Andi Pramaria juga sangat menyayangkan pemasangan plang besi di tepi Danau Segara Anak tersebut. Andi juga setuju jika plang tersebut segera dibongkar dan dibawa turun. (*)

Apink Alkaff

 

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top